Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode

Batu Tulis dan Girp (Alat Belajar Anak Masa Lalu)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 23 Des 2022
  • print Cetak

Oleh: Dr. M. Daud Batubara, MSi
Pembina Forum Pendidik Madina

Sada dua tolu ning na gurui
Opat lima onom mangiut sipitui
Roma si salapan dohot sambilan i
Gonop ma bilangan so ro si sapului
Ulang di tijuran batu tulis i
Um denggan ma di basu dohot aek tawar i

Ini bagian syair dari lagu yang sangat top pada masa awal tahun tujuh puluhan yang sampai saat ini tidak diketahui dengan pasti siapa pengarangnya. Mungkin dia seorang pendidik sehingga tidak berniat untuk dikenal dan mengkomersilkan lagu yang sangat top saat itu. Sebagai pendidik dengan karakter pahlawan tanpa tanda jasa, mungkin pengarang lagu anonim ini hanya ingin lagu tersebut menjadi bagian dari alat sarana memudahkan belajar berhitung bagi anak-anak masa itu.

Pada bagian akhir syair ini tertulis “Ulang di tijuran batu tulis i. Um denggan ma dibasu dohot aek tawar i”. Artinya “Jangan diludahi Batu Tulis, Lebih baik dicuci dengan air tawar” yang menggambar kebiasan praktik anak dalam membersihkan alat tulisnya yang terbuat dari batu tersebut. Tentu ini juga menggambarkan kebenaran tentang keberadaan Batu Tulis sebagai alat belajar bagi anak sekolah masa lalu di Mandailing.

Batu tulis adalah alat bantu belajar untuk keperluan menulis di masa lalu bagi anak di sekolah. Alat tulis ini berupa kepingan batu yang sangat pipih, dibingkai dengan kayu sekelilingnya yang berfungsi untuk pelindung sekaligus asesoris untuk memperindah. Berbagai referensi menyebut batu tulis ini terbuat dari lempengan batu karbon yang dicetak segi empat. Batu ini berwarna hitam dengan permukaan cukup halus pada kedua sisi, sehingga bisa digores.
Ukuran ketebalan kepipihannya hampir sama tebalnya dengan tablet dan ukuran luasnya mirip laptop dengan berbagai ukuran juga. Mungkin bila ada dijumpai saat ini sangatlah mirip dengan tablet hanya saja isinya tentu sangat berbeda. Batu tulis yang diberbagai wilayah disebut dengan Sabak, sangat mudah pecah bila terkena benturan atau terjatuh dari tangan.

Pena untuk menggores di batu tulis seperti disebut sebelumnya disebut namanya Girf. Oleh bangsa Mandailing, Girf ini disebut Geref, mungkin karena kebiasaan dalam penggunaan lapas bahasa di Mandailing. Geref ini terbuat dari jenis batu yang sama dengan Batu Tulis. Bedanya bentuk penanya dibuat seperti pensil dengan ukuran panjang sekitar sepuluh cm dengan diameter sekitar tiga mm. Geref ini akan patah bila terjatuh, karena batu kecil panjang ini sangat mudah patah.

Cara menggunakan batu tulis, selalu berpasangan dengan grif. Batu tulis berfungsi sebagai media tulis sedangkan grip adalah alat tulisnya. Mungkin hal ini berhubungan pula dengan sebutan tempat menyimpan pensil atau balpen sampai saat ini disebut doosgrip, bukan doospen. Bagian yang runcing digoreskan ke bagian batu tulis yang relatif licin sehingga munculnya goresan yang dapat membentuk huruf, angka atau lukisan. Hasil goresan grip dari sisi bagian yang runcing di permukaan batu tulis, akan menghasilkan goresan seperti menulis pada kertas menggunakan pensil, tetapi agak lebih jelas dari tulisan pensil di kertas.

Batu tulis yang kurang lebih selebar laptop ini, tentu tidak dapat menampung banyak konten di dalamnya. Sehingga hampir setiap saat harus dihapus karena konten pelajaran yang bergerak terus. Jadi bukanlah peranti yang dapat menyimpan berkas permanen, tapi hanya digunakan sementara waktu untuk mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh guru.  Setelah selesai, dapat dihapus dan ditulisi dengan materi pelajaran lainnya, begitu seterusnya. Tentu ada tuntutan yang tinggi terhadap kemampuan menghafal oleh peserta didik. Jadi sangat beda dengan kekinian yang dapat menyimpan dan mengarsipkan konten pelajaran. Dapat dibayangkan bagaimana fungsinya saat itu dengan bagaimana proses  belajar harus dilakukan oleh guru yang setiap saat, dimana konten pelajaran harus di hapus.

Cara menghapus batu tulis dari goresan konten yang ada di atasnya adalah dengan menggunakan air yang diusapkan ke atas permukaan batu tulis yang dituliskan. Bagi pelajar yang usianya masih sangat muda tentu akan merasa lebih praktis menggunakan ijur (ludah) dan mengusapnya dengan tangan. Tentulah meraka belum memahami betul tentang efek kesehatan, etika dan kenyamanan dari bau yang ditimbulkan ludah tersebut. Ini pulalah yang mungkin melatarbelakangi sang pencipta lagu di atas sampai menyinggung kondisi tersebut pada bagian akhir dari syair lagu berbahasa daerah tersebut. Cara lain menghapusnya dapat dengan menggunakan bagian batang besar bunga Angrek yang tumbuh di batang pokok kelapa. Benda ini dipotong bagian ujungnya lalu diusapkan ke batu tulis.

Sampai masa awal tahun tujuh puluhan, batu tulis merupakan alat bantu belajar yang sangat handal. Bahkan di berbagai pelosok Mandailing satu-satunya alat tulis masa itu untuk anak sekolah. Buku masih tergolong mahal bahkan boleh disebut langka sehingga sebahagian tempat seperti di kampungku Alahankae di Ulu Pungkut sulit untuk ditemukan.

Batu tulis ini mungkin dapat dikategorikan sebagai buku tulis kuno. Hal ini terlihat dari berbagai referensi yang menyebut bahwa di Indonesia sampai pada tahun 1960-an batu tulis masih sangat handal untuk alat bantu belajar tulis menulis. Saat ini sudah sulit untuk menemukannya, dan mungkin akan ditemukan pada museum-museum berbasis pendidikan.

Peran batu tulis dengan berbagai tahapan telah jauh berubah. Era milenial ini telah menggunakan peranti digital modern yang mirip dengan bentuk batu tulis, yaitu komputer tablet. Batu tulis digital ini bukan hanya berfungsi sebagai peranti untuk menulis dan berhitung tetapi juga digunakan sebagai alat komunikasi dan fungsi komputer untuk berbagai keperluan.

Dr. M. Daud Batubara, Msi

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT Rendi Harus Bangun Kebun Plasma Untuk Warga Singkuang

    PT Rendi Harus Bangun Kebun Plasma Untuk Warga Singkuang

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PT. Rendi Permata Raya harus merealisasikan kebun plasma sawit kepada warga Singkuang 1 Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina). Pembangunan plasma merupakan kewajiban perusahaan itu sesuai tuntutan aturan yang berlaku. Bupati Madina, Ja’far Sukhairi Nasution memberikan waktu tempo 1 bulan bagi PT. Rendi Permata Raya untuk memulai pembangunan kebun plasma […]

  • Kadin Sumut : 600 Perda Hambat Dunia Usaha dan Laju Investasi

    Kadin Sumut : 600 Perda Hambat Dunia Usaha dan Laju Investasi

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara, Ivan Iskandar Batubara mengungkap sebanyak 600 peraturan daerah di Sumut menghambat dunia usaha dan laju investasi. Peraturan daerah yang sering berubah-ubah juga menjadi penyebab ketidakjelasan dan ketidakpastian bagi dunia usaha. Selama ini, lanjutnya, setiap ganti kepala daerah atau rezim pemerintahan maka berubah […]

  • Sapma PP Madina Bantu Ringankan Beban Nenek Ana

    Sapma PP Madina Bantu Ringankan Beban Nenek Ana

    • calendar_month Senin, 20 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LONGAT (Mandailing Natal) – Ketua Sapma PP Madina Ahmad Sarqawi menyambangi kediaman Nenek Ana (72 tahun) yang merawat 3 anak yatim piatu di Kelurahan Longat, Panyabungan Barat. Kedatangan Sarqawi yang didampingi Adian Ricky Nugraha pada Senin (20/6) dalam rangka meringankan beban Nenek Ana dengan menyerahkan bantuan atau tali asih berupa sembako dan uang tunai. Sarqawi […]

  • Pemain Judi Dadu Ditangkap Polisi

    Pemain Judi Dadu Ditangkap Polisi

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim Opsnal Satreskrim Polres Mandailing Natal menangkap lima orang pelaku perjudian jenis dadu di Desa Lumban Dolok Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Senin, (27/6). Kelima orang tersangka tersebut adalah, SP (31 tahun), AAP (36 tahun), EN (31 Tahun), JN (21 Tahun) dan HN (45 Tahun). Mereka tertangkap tangan oleh polisi saat […]

  • Kimi Dikabarkan Jadi Rebutan Lotus, Red Bull, dan Ferrari

    Kimi Dikabarkan Jadi Rebutan Lotus, Red Bull, dan Ferrari

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Munich – Saat ini pebalap Lotus Kimi Raikkonen sedang dihubungkan dengan Red Bull. Persaingan mendapatkan tanda tangan Raikkonen untuk musim 2014 tampaknya akan bertambah sengit seiring dengan laporan yang menyebut Ferrari ikut mendekatinya. Kontrak Raikkonen dengan Lotus akan habis di akhir musim 2013 ini. Artinya, musim depan ia bisa saja masih berada di tim itu […]

  • Tanggap Darurat: Pendirian Posko Hingga Desakan Tambah Mobil Pemadam

    Tanggap Darurat: Pendirian Posko Hingga Desakan Tambah Mobil Pemadam

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penetapan status Tanggap Darurat terhadap musibah kabut asap yang menyelubungi udara Mandailing Natal (Madina) oleh Pemkab Madina melahirkan beberapa item kebijakan penanganan. Terutama peningkatan koordinasi lintas sektoral, khususnya antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina dengan Dinas Kesehatan Madina. Yang paling urgen dari status Tanggap Darurat ini adalah menambah jumlah mobil […]

expand_less