Home / Berita Nasional / Bersaing dengan 22 Negara, MAN 1 Madina Raih Perak dan Perunggu di IID 2021

Bersaing dengan 22 Negara, MAN 1 Madina Raih Perak dan Perunggu di IID 2021

DENPASAR (Mandailing Online) – Madrasah Aliah Negeri 1 Madina mampu bersaing dengan 22 negara dalam Indonesia Inventors Day (IID) 2021.

IID 2021 berlangsung di Denpasar, Bali, tanggal 26-29 November 2021, diikuti  23 negara.

Tim Riset MAN 1 Mandailing Natal (Madina) berhasil meraih Perak dan Perunggu.

IID adalah ajang tingkat internasional bagi para penemu lokal dan internasional juga ilmuwan riset untuk mempresentasikan hasil penemuannya.

Adapun fokus dalam ajang ini adalah pameran dan kompetisi. Para peserta dapat membawa produk akhir, sampel, prototipe atau mock-up untuk dipresentasikan di IID.

Kepala MAN 1 Madina, Salbiah S. Ag, MM menjawab Mandailing Online via telefon seluler, Selasa (30/11/2021) mengungkapkan membawa dua tim riset ke ajang IID itu.

Kedua tim itu adalah Tim TASJER (kertas dari daun genjer) serta tim BAKKER (batubata dan limbah masker).

Tim TASJER meraih medali Perak. Tim BAKKER meraih medali Perunggu.

Masing-masing tim riset ini terdiri dari pelajar dan guru pembimbing MAN 1 Madina.

Tim TASJER terdiri dari Ika Aidil Putri (kelas XII MIA 1), Muhammad Farhan (kelas XII IIS 1), Lily Fitri Hasanah (kelas XII MIA 2), Eni Alfiyah (kelas X Bahasa). Guru pembimbungnya Zuraidah Hasibuan, S.Pd. 

Tim BAKKER terdiri dari Khoirun Nisa Pulungan (kelas XII MIA 8), Diana Marini Nasution (kelas XII IPS 1), Aisyah Sodiah (kelas X MIPA 6), Fitri Aliyah (kelas X MIPA 8), Marfah Ronaito (kelas X IPS 1). Guru Pembimbingnya Wahyu Alim, S.Pd.

Salbiah menyebut, meski program riset terbilang baru di MAN 1 Mandailing Natal, namun sudah terbukti bahwa sekolah ini pantas menyandang gelar Madrasah Riset. Ini tidak lepas dari jerih payah guru-guru pembimbing riset dan kemauan dari pelajar.

Dia menambahkan bahwa tidak sia-sia semua kerja keras, kemauan kuat dan pengorbanan serta dukungan dari berbagai pihak sehingga pelajar MAN 1 Mandailing Natal berhasil menorehkan prestasi di tingkat internasional.

Proses persiapan menuju lomba riset itu, kata Salbiah tidak semudah yang dibayangkan. Banyak kendala yang dihadapi, mulai dari kertas yang mudah sobek dan genjer yang susah dicari.

Namun semua kendala bisa diatasi berkat dukungan dari berbagai pihak.

“Terima kasih atas do’a dan dukungan dari berbagai pihak, atas prestasi yang diraih oleh tim MAN 1 Mandailing Natal dan semoga MAN 1 Mandailing Natal bisa menjadi lebih baik lagi,” katannya.

Peliput : Ismail Ojie
Editor: Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: