Home / Seputar Madina / Bupati Minta Aparat Hengkang Dari Areal Tambang Ilegal

Bupati Minta Aparat Hengkang Dari Areal Tambang Ilegal


Panyabungan,

Keberadaan tambang emas ilegal di Kecamatan Hutabargot yang sudah banyak memakan korban akhirnya membuat Bupati Mandailing Natal (Madina) Aspan Sofian Batubara angkat bicara.

Aparat penegak hukum yang ikut membeking tambang emas ilegal supaya angkat kaki atau jangan ikut-ikutan. Hal itu disampaikan Aspan pada pembukaan Musda III Majelis Ulama Indonesia (MUI) Madina di Hotel Madina Sejahtera, Kelurahan Dalan Lidang, Panyabungan, Rabu (25/05/2011).

“Diminta kepada aparat hukum supaya jangan ikut membeking tambang emas ilegal itu dan kalau ada supaya secepatnya angkat kaki agar tambang itu kita tertibkan. Karena informasi yang kita terima dari masyarakat, banyak aparat hukum yang ikut membeking tambang emas ilegal,” ujarnya.

Penertiban akan segera dilaksanakan karena Aspan khawatir, tambang emas tersebut akan menjadi pemicu bentrok sesama masyarakat akibat rebutan lahan. Sebab masing-masing mengklaim areal tambang adalah milik bersama. Dampaknya penambangan menjadi tidak terkoordinir.

“Itu makanya saya sebagai Pj Bupati Madina meminta kepada pimpinan aparat hukum supaya menindak anggotanya yang ikut membeking illegal minning ini,” tegas Aspan.

Bupati Madina juga menginstruksikan bawahannya supaya menertibkan tambang emas ilegal tersebut, jangan malah ikut membekingi. Karena akibat tambang emas ini sudah banyak korban yang bermatian. Mulai dari korban yang mati di areal tambang, hingga penyakit yang ditimbulkan limbahnya.

“Kita dari pemerintah sudah melakukan sosialisasi dampak yang ditimbulkan tambang, kita juga telah menyurati Kepala Desa yang bersangkutan supaya melakukan penegoran terhadap warganya,” imbuhnya.

Mengenai keberadaan mesin galundung (mesin pemisah emas dari batu) yang memakai bahan merkuri, Pemkab Madina melalui Dinas Kesehatan dan Bapedalda sudah mengeluarkan surat agar mesin galundung ditertibkan. Dinas Kesehatan juga sudah melakukan sosialisi penyakit yang ditimbulkan limbah merkuri, ungkap Aspan.

“Dari data yang kita peroleh, jumlah mesin galundung yang beroperasi di Madina cukup banyak. Itu akan secepatnya kita tertibkan sebelum jumlahnya bertambah. Kita tidak mau nanti masyarakat Madina terserang penyakit gara-gara limbah mesin galundung,” tandas Aspan.

Sementara berdasarkan pantauan, kondisi lokasi tambang saat ini semakin memprihatinkan. Dalam melakukan penambangan, penambang asal menggali lubang tanpa memikirkan keselamatan. Jika tidak segera ditertibkan, areal tambang emas ilegal ini diprediksi bakal menjadi kuburan massal. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

Comments

Komentar Anda

%d blogger menyukai ini: