Home / Berita Nasional / Din Syamsuddin Dituding Radikal, Al Washliyah Madina Protes

Din Syamsuddin Dituding Radikal, Al Washliyah Madina Protes

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait pelaporan GAR ITB terhadap Prof Dr. Drs. KH. Din Syamsuddin, MA sebagai tokoh radikal tidak hanya membuat warga Muhammadiyah khususnya yang gerah dan keberatan namun juga dari ormas Islam lainnya.

“Tudingan terhadap beliau sebagai tokoh radikal dinilai tidak beralasan dan merupakan fitnah yang bertujuan untuk memecah belah persatuan diantara sesama anak bangsa karena hingga saat ini tidak ada satupun indikator yang menunjukan bahwa tokoh umat Islam Indonesia tersebut radikal” demikian disampaikan Wakil Ketua Pengurus Daerah Al Jam’iyatul Washliyah Mandailing Natal, Moechtar Nasution didampingi Sekretaris Gerakan Pemuda Al Washliyah Madina Arbin Shodiq Harahap dalam rilis pers (17/2/2021).

Tudingan tersebut sebut Nasution bukan hanya menyakiti Organisasi Muhammadiyah semata namun juga dinilai telah menyakiti hati umat Islam Indonesia.

“Tokoh Nasional sekaliber Prof. Din Syamsuddin menurut kami merupakan sosok yang santun, memiliki  keintelektualan dan akhlakul karimah. Sehingga, tuduhan tersebut sungguh tidak bisa diterima umat Islam, apa lagi beliau pernah menjabat sebagai pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam Muhammadiyah” paparnya di Gedung Dakwah Al Jam’iyatul Washliyah Madina Jl.Sutan Soripada Mulia No 19 Kelurahan Kayujati.

Tuduhan ini ujarnya sungguh irrasional, dan jelas tidak akan bisa diterima umat Islam Indonesia karena  Din Syamsuddin merupakan aset dan tokoh bangsa yang pernah diamanahi sebagai Ketua Umum MUI Pusat dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat.

“bukan itu saja, beliau selama ini juga dikenal sebagai orang yang memberikan keteduhan dengan membangun dialog lintas agama dan lintas peradaban. Bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional,” urainya menambahkan.

Untuk itu, Al Washliyah Madina  mendorong agar pelaporan dan labelisasi radikal kepada Prof. Din Syamsuddin ini untuk segera dicabut.

“Banyak orang dan organisasi yang tersinggung. Tidak hanya Muhammadiyah saja, akan tetapi juga banyak kalangan dari berbagai latar belakang” ungkapnya.

“Lebih baik kita fokus merajut kohesivitas dalam menangani pandemi Covid-19 ini. Kita hindari segala hal yang memancing kegaduhan,” tutupnya. (rel)

Comments

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: