Home / Seputar Madina / Dukungan Pemda dalam Pengembangan Kopi Tak Bisa Ditawar-tawar

Dukungan Pemda dalam Pengembangan Kopi Tak Bisa Ditawar-tawar

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perlunya dukungan pemerintah daerah dalam upaya pengembangan dan peningkatan kuantitas maupun kualitas Kopi Mandailing tidak bisa lagi ditawar-tawar.

Hal itu disampaikan salah satu pengusaha yang bergerak di bidang Kopi Mandailing Palit Hanafi Lubis usai menerima sertifikat nilai (cupping score) dari panitia Jogja Coffee Week (JCW).

“Dengan persiapan apa adanya sudah bisa mencapai poin 78,58, bisa kita bayangkan kalau ada perhatian dan pendampingan serius dari pemerintah kita. Tanah kita sangat subur dan cocok untuk tanaman kopi,” tuturnya, Kamis (1/9) di gerai Kopinta, Pidoli Lombang.

Palit menerangkan, nostalgia nama besar kopi Mandailing tidak bisa lagi dijadikan pijakan tanpa ada upaya serius dari stakeholder untuk menjaga kemasyhuran tersebut.

Palit berkeyakinan dengan adanya perhatian pemerintah serta pendampingan yang berkesinambungan bukan tak mungkin kopi Mandailing bisa masuk 10 atau bahkan 5 besar pada JCW.

Lebih lanjut, jelas Palit, keberhasilan kopi Sipirok yang masuk 15 kopi terbaik Nusantara pada ajang JCW patut menjadi perhatian pemerintah untuk terus melakukan pendampingan dalam memajukan usaha kopi di Mandailing Natal (Madina).

“Di daftar terlihat jelasa ada nama Rasyid Assaf Dongoran yang notabene Wakil Bupati Tapanuli Selatan. Artinya, pemerintah daerah turut serta dan memberikan perhatian yang sepantasnya,” terangnya.

“Tak mungkin kopi Mandailing bisa pada posisi yang sama dengan kopi-kopi terbaik di Nusantara atau dunia tanpa keterlibatan pemerintah daerah,” imbuhnya.

Ia menambahkan, saat ini kopi tak lagi bicara soal rasa, tapi ada standar yang bisa diukur untuk menentukan kualitas kopi itu sendiri.

“Dulu, kita begitu euforia bahwa kopi kita yang terbaik. Sekarang kopi tidak hanya bicara rasa, tapi ada standar yang bisa diukur,” katanya.

 

Peliput: Roy Adam

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: