Home / Artikel / Ekonomi Syariah Itu Memanusiakan Manusia

Ekonomi Syariah Itu Memanusiakan Manusia

Oleh : Indah Mustika Tanjung, S.Kom
Karyawan swasta, tinggal di Sibolga

PT Bank Syariah Indonesia Tbk berencana melakukan kolaborasi dan sinergi dengan lembaga riset dan perguruan tinggi. Tujuannya untuk pengembangan ekonomi syariah.( https://finance.detik.com)

Melihat bagaimana hari ini ekonomi indonesia mulai melirik sistem ekonomi syariah yang membuat BSI menjadi Top 10 BANK syariah global berdasarkan kapitalis pasar.  Menuju kesana maka BSI aktif melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi terkait implementasi kurikulum keuangan syariah, penelitian, dan pengembangan produk serta layanan bank syariah. Selain itu BSI juga bekerjasama dengan asosiasi seperti MES dan Asbisindo melalui forum diskusi dan seminar untuk pengembangan bank syariah.

Satu hal yang perlu kita sadari bahwa ekonomi syariah berasal dari islam. Karena itu sistem yang berasal dari sang Pencipta pastilah baik untuk dikehidupan manusia. Dalam sistem ekonomi islam bagaimana ekonomi itu tumbuh dan merata sekaligus dan pertumbuhannya bukan sekedar tumbuh namun bagaimana tumbuh secara alami. Misal dengan SDM yang bertambah maka kebutuhan bertambah, dan kreativitas manusia itu berkembang maka secara otomatis ekonomi itu akan tumbuh dan mampu memberikan kesejahteraan bersama.

Kalau kita melihat dari segi sistem ekonomi kapitalis, memang kelihatan ekonomi kapitalisnya tumbuh besar tapi dalamnya kosong seperti halnya balon udara. Karena di dalamnya sektor non riil lebih banyak dibanding sektor riil. Akibatnya pertumbuhan semu yang akan menyebabkan krisis ekonomi. Dan wajar saat ini sudah banyak yang mengeluh bahkan mengkritisi bagaimana penerapan ekonomi kapitalis membuat para pihak menjadi krisis. Bisa jadi krisis yang terjadi akibat penerapan ekonomi kapitalis akan terjadi per 20 tahun sekali.

Dari sudut pandang praktisnya, jika sistem ekonomi Islam diterapkan maka tidak diperkenankan adanya riba. Karena riba ini menyerap darah pihak satu oleh pihak yang lainnya. bahkan asuransi juga dihapuskan dalam ekonomi islam. Dan yang perlu diperhatikan lagi bahwa pasar modal ini jadi persoalan yang sebenarnya terhimpunnya para pemilik modal yang menjadi besar dan menguasai peraturan. Akibatnya banyak para Penguasa yang mengatur jalannya ekonomi di suatu negara. Maka dalam islam akan diatur sesuai syariah islam. Oleh karena itu, di dalam Islam itu ada syariah tentang wakaf, zakat, waris, hibah, sedekah dan sebagainya yang menjadi mekanisme non pasar untuk menyejahterakan masyarakatnya.

Untuk melihat dari sudut pandang filosofis, maka sistem ekonomi Islam lebih mengedepankan memanusiakan manusia. Baik posisinya sebagai pekerja, pemilik modal atau perantara di antara keduanya, maka posisi-posisi itu ditempatkan pada posisi yang adil yaitu memanusiakan manusia. Karena dalam islam tidak ada eksploitasi tapi lebih penekanan terhadap syirkah.  Artinya ketika ekonomi islam diterapkan yang dimunculkan dari regulasi-regulasi tersebut lebih banyak ditekankan pada akad-akad kerja. Dan di situlah keadilan terhadap manusia dalam status apapun.

Jadi, menurutnya dalam sistem ekonomi Islam itu ada dua mekanisme dalam mewujudkan kemakmuran dan mencukupi kebutuhan masyarakat yaitu sektor pasar dan non pasar. “Di situlah peran negara bermain. Peran negara itu sangat penting untuk menerapkan syariah secara kaffah. Di sistem sekarang tidak bisa hanya menerapkan dari segi ekonomi syariah saja karena islam itu sempurna maka jadikanlah bagaimana setiap kehidupan itu secara menyeluruh. karena aturan Allah itu memang sesuai dengan manusia dan kehidupan kita sekarang. Allahu a’lam bisawab.

Comments

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: