Home / Seputar Madina / Guru Dibunuh , Sebelum Meninggal, Kakak Diteror Via SMS

Guru Dibunuh , Sebelum Meninggal, Kakak Diteror Via SMS


JENAZAH Ellijah SPd , 49, korban pembunuhan sadis di Desa Bandarpanjang, Muarasipongi, Kabupaten Mandailing Natal itu, telah dikebumikan oleh keluarganya, Selasa (14/12) sekira pukul 08:00 di Pekuburan Muslim Jalan Letda Sujono Gang Istirahat, Kelurahan Bandarselamat Kecamatan Medan Tembung.

Seluruh sanak keluarga larut dalam duka mengantarkan jenazah anak sulung dari tujuh bersaudara itu ke tempat peristirahatan terakhirnya. Tak hanya keluarga, para tetangga korban juga mengiringi kepergian pahlawan tanpa tanda jasa itu. Selain keluarga, para tetangga juga tak menduga janda tanpa anak itu meregang nyawa akibat pembunuhan sesadis itu.

Muhammad Yamin , 35, adik kandung Ellijah tak menduga kalau kakak sulungnya itu meninggal dunia dengan cara tak wajar. “Kami menduga kakak dibunuh oleh seseorang yang dikenalnya. Kakak sering menerima teror via pesan singkat (SMS) di handphonenya. Isi SMS itu antara lain: kapan kau tak bertekuk lutut samaku. Namun, kami tidak mengetahui siapa lelaki yang mengirim sms itu,”
jelas Yamin kepada Waspada, Selasa (14/12) sekira pk 17:30 di rumah duka di Jalan Letda Sujono Gang Padi Kelurahan Bandarselamat Kecamatan Medan Tembung.

Menurut Yamin, almarhum memang tak pernah menceritakan tentang masalah pribadinya karena sifatnya yang tertutup, apalagi setelah almarhum resmi bercerai dengan suaminya berinisial MT, sepuluh tahun yang silam. “Almarhum juga pernah cerita, ada lelaki yang suka sama dia, tapi dia tak menyukai pria itu. Tetapi, almarhum tak mau menyebutkan siapa pria itu,” ujar Yamin lagi.

Yamin berharap berharap polisi segera menangkap pelaku pembunuhan itu sehingga diketahui apa motif yang sebenarnya terjadi. “Kami tak menginginkan prestasi yang ditoreh almarhum sebagai tenaga pendidik di Kabupaten Madina hilang begitu saja hanya karena perbuatan konyol seperti itu. Dia guru profesional, yang sudah lulus sertifikasi dan sudah hampir 25 tahun mengajar,” ujar Muhammad Yamin.

Kecurigaan pihak keluarga, tambah Yamin, memang sangat wajar, kalau korban dibunuh oleh seseorang yang dikenalnya. Apalagi, jeket dan rokok “Ardath” milik pelaku tertinggal di rumah korban. “Kami ikhlas menerima kematian korban, namun kami berharap kepada petugas kepolisian dan Dinas Pendidikan Madina untuk mengungkap kasus pembunuhan ini. Semuanya kami serahkan kepada
aparat penyidik,” tutur Yamin.

Mimpi lalat hijau

Sebelum meninggal dunia, tambah Yamin, salah seorang adik korban lainnya bernama Salmi Apriliana pernah bermimpi kalau di warungnya tempat berjualan banyak berdatangan lalat hijau. “Ternyata mimpi adik saya itu berujung duka. Karena saat itu ternyata kakaknya telah menjadi mayat,” cerita Yamin. Andi Aria Tirtayasa
Sumber : waspada

Comments

Komentar Anda

%d blogger menyukai ini: