Home / Artikel / Harga Bawang Merah Membuat Gerah

Harga Bawang Merah Membuat Gerah

Oleh: Ross A.R
Aktivis Dakwah Medan Johor

Para ibu kembali dibuat gerah dengan kenaikan harga bahan pokok, terutama bawang, cabai, gula dan telur ayam mengalami tren kenaikan. Namun, dalam sistem ekonomi kapitalis sekuler saat ini tidak heran jika harga bahan pokok dipermainkan di pasar, sebab para pengusaha dan penguasa oligarki pun mencari kesempatan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya.

Setelah Lebaran 2022 harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan terus merangkak naik.
Sebelumnya, harga normal bawang merah di pasar tradisional Rp 26 ribu per kilogram. Kini harga bawang merah mencapai Rp 45 ribu per kilogram.

“Dari lebaran kemarin sudah naik, tapi hari ini harganya paling tinggi sampai Rp 45 ribu per kilogram. Kalau seperempat (kilo) Rp 12 ribu,” kata Rita, seorang pedagang di Pasar Pringgan Medan Jalan DI Panjaitan, Kota Medan saat berbincang dengan Tribun Medan, Rabu (17/5/2022).

Wajar saja jika ibu-ibu  menjadi gerah dengan kenaikan bawang merah khususnya, ditengah ekonomi rakyat yang yang begitu sulit. Padahal, negeri ini begitu subur makmur, gemah ripah loh jinawi, pada faktanya begitu sulit dalam pemenuhan kebutuhan dasar pokok rakyat. Inilah dampak dari sistem ekonomi kapitalis, pemerintah yang meliberalisasi perdagangan. Untuk menormalkan perekonomian negara, justru rakyatlah yang menjadi korbannya

Sementara dalam sistem Islam, negara menerapkan kebijakan yang dapat menjamin terciptanya distribusi yang adil melalui mekanisme pasar yang transparan, tidak memanipulasi, tidak ada intervensi dari pihak manapun dalam menentukan harga, dan tidak ada penimbunan dan hal-hal yang menyebabkan kenaikan harga.

Negara juga membuat kebijakan yang dapat menjamin terciptanya harga yang wajar berdasarkan mekanisme pasar yang berlaku. Negara pun mengawasi mekanisme penawaran dan permintaan untuk mencapai tingkat harga yang didasari keridhaan. Demikian mekanisme pasar yang ada dalam sistem Islam. Bahkan Islam melarang negara mempergunakannya untuk menentukan harga, baik harga maksimum ataupun harga dasar. Tentunya, ketika diterapkan sistem ekonomi Islam, segala aspek akan teratur, termasuk harga bahan pokok.***

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: