SINUNUKAN (Mandailing Online) – Meski harga tandan buah segar (TBS) sawit naik, namun produksi dalam posisi menurun pada beberapa minggu terakhir di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Penurunan produksi mencapai 50 persen. Penyebabnya karena saat ini lagi musim “trek” atau kelambatan perkembangan buah akibat transisi dari penghujan ke musim kemarau.
“Turunnya hasil produksi TBS sudah kita alami dalam beberapa minggu ini, antara 30 hingga 50 peren akibat musim trek ini,” ujar Sugeng (38) seorang petani sawit di Kecamatan Sinunukan, Selasa (5/3).
Dikatakannya, akibat penurunan hasil, banyak petani mencari pekerjaan tambahan untuk menopang ekonomi keluarga. Bahkan ada juga yang tidak melakukan panen akibat sedikitnya buah yang akan dipenen.
Padahal katanya, saat ini tren harga tengah menggeliat di kisaran 100 rupiah per kilo gram. Sebelunya sekitar 1.000 rupiah per kg, kini merambat ke 1.100 rupiah per kilo gram.
Peluang kenaikanj harga tersebut, lanjut Sugeng, belum ternikmati petani sepenuhnya akibat penurunan produksi sawit mereka terkait musim trek yang tengah berlangsung. (mar)