Home / Berita Nasional / Polri Bina Hacker Peretas Situs Presiden

Polri Bina Hacker Peretas Situs Presiden

peretas web6312

JAKARTA, (MO)  – Masih ingat ‘Jember Hacker’ Wildan Yani Ashari? Aksi pemuda berusia 22 tahun asal Jember mengusili situs presidenSBY.info berbuah penahanan oleh Polri. Lulusan SMK Bangunan ini pun disidik atas tindakan usilnya itu. Sejak akhir Januari lalu, dia mendekam di tahanan Polri.

”Saat ini sedang tahap penyelesaian perkara,” jelas Direktur Eksus Mabes Polri Brigjen Pol Arief Sulistyanto saat berbincang, Selasa (5/3).

Kasus Wildan memang masih bergulir. Tapi pihak kepolisian juga melakukan pendekatan kemanusiaan. Wildan yang diamankan dari sebuah warnet di Jember pada Jumat (25/1) selama ini juga diperlakukan dengan baik di tahanan Bareskrim.

Bahkan Polri juga berencana melakukan pembinaan pada Wildan. Rencana itu masih digodok. Kabarnya Wildan akan disekolahkan. ”Tidak menutup kemungkinan hal itu untuk dilakukan dalam rangka pembinaan hacker supaya kegiatannya positif dan mendukung pengamanan cyber space di Indonesia,” terang Arief.

Anggota DPR Setuju Peretas Dibina

Penangkapan terhadap Wildan, peretas situs Presiden SBY, mendapat perhatian dari Anonymous dan menuai beragam respon. Anggota komisi I DPR, Mardani Ali Sera, menuturkan Wildan selayaknya diberi beasiswa agar kemampuannya dalam bidang IT dapat berguna bagi negara.

”Penanganan terhadap hacker muda Wildan harus memiliki pendekatan yang arif dan bijaksana. Saya sarankan dia dibina dan diberi beasiswa,” kata anggota komisi I FPKS, Mardani Ali Sera, usai rapat dengan Kemenkominfo ruang rapat komisi I di gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh sang peretas bisa jadi maksudnya adalah baik. Maka pemberiaan beasiswa atau memfasilitasi ke perusahan informatika global adalah jalan yang baik. ”Saya apresiasi beasiswa yang digunakan perusahaan informatika perusahan yang tinggi perkembangannya,” sambung Mardani.

”Kami menyarankan memberikan beasiswa dan mencari bakat yang dimiliki orang indonesia untuk diberi peluang pemberian beasiswa ke publik,” lanjut politisi PKS itu. Sebagaimana diketahui, penangkapan Wildan, peretas situs Presiden SBY, mendapat perhatian dari Anonymous. Selain mengeluarkan pernyataan keras, beberapa situs pemerintahan pun mereka retas sebagai bentuk protes.

”Government of Indonesia, you cannot arrest an idea NO ARMY CAN STOP US #Anonymous #OpFreeWildan #FreeAnon,” demikian tulis Anonymous melalui akun Twitternya.

Sontak tweet ini mendapat respons dari tweeps. Berdasarkan informasi yang berseliweran di situs mikroblogging tersebut, situs yang mereka lumpuhkan antara lain Kemenkum HAM, Kemenparekraf dan Indonesia.go.id.

Di akun Twitter Anonymous Indonesia (@anon_indonesia), sejumlah pengguna Twitter pun menyuarakan pendapat mereka. Pada intinya, mereka menilai apa yang dilakukan Wildan justru seharusnya membuat pemerintah berkaca mengenai lemahnya sistem keamanan di sejumlah situs pemerintahan.(metrosiantar.com)

Comments

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: