Home / Seputar Madina / Hari Pertama Sekolah Tatap Muka di Madina Tiada Kendala

Hari Pertama Sekolah Tatap Muka di Madina Tiada Kendala

Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar tatap muka hari pertama, di SDN 081 Panyanbungan, Rabu (01/09/2021). Foto: Ojie

PANYABUNGAN  (Mandailing Online) – Pemberlakuan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) untuk SD dan SMP di Kabupaten Mandailing Natal yang dimulai hari ini Rabu (1/9/2021) berjalan sukses.

Hari ini merupakan uji coba pemberlakuan PTMT di sekolah sejak pandemi covid-19 mewabah.

Kepala Koordinator Wilayah I Dinas Pendidikan Kecamatan Panyabungan, Mara Solih Pulungan yang dijumpai pada saat melakukan peninjauan sekolah, mengatakan bahwa tidak ditemukan kendala di hari pertama PTMT.

“Kita melakukan peninjauan kesiapan sekolah untuk melaksanakan PTM, dimana dalam hal setiap sekolah yang ditinjau  sudah siap untuk melakukan PTM,” ujar Mara Solih yang didampingi pengawas sekolah di daerah itu.

Selanjutnya isampaikan, “Sejauh ini peninjauan di beberapa sekolah yang ada di wilayah Panyabungan tidak ditemukan adanya kendala. Pihak sekolah sudah menyiapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah sabagai salah satu persyaratan pemberlakukan PTM”.

Mara Solih menambahkan, bahwa rotokol kesehatan harus dijalankan dengan baik. Seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dan dilakukan pengecekan suhu tubuh, sebelum masuk ke lingkungan sekolah.

Sementara itu, jumlah siswa yang hadir di dalam kelas dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas kelas.

Pada kesempatan yang sama, Kepala SD Negeri 081, Rusdi, S.Pd kepada Mandailing Online, mengungkap bahwa pihaknya sangat siap memberlakukan PTM. Mengusahakan semaksimal mungkin persiapannya termasuk semua alat-alat protokol kesehatan seperti handsanitizer, sabun detol dilengkapi dengan tisu dan masker.

Untuk masker dibagikan persiswa supaya tidak ada kejanggalan bagi orang tua untuk mendanai masker,” sebutnya.

Ketika disinggung sistem pembelajaran selama PTM di sekolah tersebut, Rusdi menjelaskan, “berhubung, karena sekolah ini memiliki murid yang banyak, ada 680 murid, maka kami buat ber ship, yaitu pembelajaran berlangsung mulai jam 7.30 sampai jam 10.00.  Istrahat guru setengah jam. Dilanjutkan ship ke dua jam 10.30 sampai 13.00,” jelasnya.

“Sebelum proses pembelajaran kami selalu mengawali dengan do’a dan minimal membacakan sholawat kepada Rasulullah sebanyak 10 kali dengan harapan dengan sholawat, selain dari segi agamanya, mudah-mudahan covid-19 segera hilang dari bumi ini, khususnya dari bumi Gordang Sambilan ini,” imbuhnya.

Peliput: Ismail Ojie

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: