Home / Artikel / Harun Mustafa, Pers, Rakyat Miskin

Harun Mustafa, Pers, Rakyat Miskin

Harun Mustafa Nasution

Fakta menunjukkan, tidak semua penyakit dapat ditangani RSU Panyabungan akibat keterbatasan dokter spesialis dan keterbatasan peralatan.

Terutama pasien kanker dan tumor.

Akibatnya banyak pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit lain di Medan atau sesekali ke rumah sakit di Padang.

Tentu tidak ada masalah jika pasien yang dirujuk itu dari kalangan keluarga yang mampu secara finansial.

Yang menjadi persoalan adalah jika pasiennya dari keluarga miskin. Yang hanya mampu “kais manyogot tudukon potang“.

Biaya operasi di rumah sakit plus obat-obatan mungkin dapat ditanggulangi oleh BPJS atau bantuan pemerintah daerah.

Tetapi biaya hidup keluarga pasien yang selama ini menjadi masalah di kota tujuan.

Fakta memberi kita gambaran nyata bahwa para keluarga miskin tidak mampu bertahan hidup di Medan atau Padang mendampingi anggota keluarganya selama menjalani proses pra operasi hingga pasca operasi.

Umumnya keluarga miskin tidak punya banyak simpanan uang.

Akibatnya, poin-poin masalah keluarga miskin itu antara lain: tinggal dimana selama di kota tujuan?; Biaya hidup selama di kota tujuan tidak cukup; termasuk biaya keluarga yang ditinggalkan di kampung pun bikin pusing.

Bagaimana solusinya?

Mencari solusi itulah yang menjadi satu poin dari beberapa item pembahasan dalam pertemuan minum kopi antara Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Harun Mustafa Nasution dengan belasan wartawan di Home Coffee, Sipolu-Polu, Panyabungan, Mandailing Natal, Rabu malam (10/11/2021).

Pertemuan minum kopi antara Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Harun Mustafa Nasution dengan belasan wartawan di Home Coffee, Sipolu-Polu, Panyabungan, Mandailing Natal, Rabu malam (10/11/2021).

Begitulah jika wakil rakyat bertemu dengan kalangan wartawan. Gagasan-gagasan akan banyak bermunculan.

Gagasan tentang banyak hal.

Tentang pembangunan, ekonomi, sosial dan hal-hal yang berkaitan dengan aspirasi rakyat.

Di satu sisi, gagasan-gagasan yang dimunculkan para wartawan beranjak dari fakta-fakta lapangan di Mandailing Natal yang membutuhkan solusi penanganan, terutama yang berada dalam lingkup kewenangan pemerintah provinsi.

Di sisi lain, masukan-masukan yang disampaikan para wartawan itu sangat penting bagi Harun Mustafa untuk diperjuangakan di DPRD Sumut.

Salah satu solusi untuk keluarga miskin pasien rujukan itu adalah mendirikan Rumah Aspirasi.

Dan ternyata Harun Mustafa sangat antusias pada ide pendirian Rumah Aspirasi ini.

Di dalam pembahasan itu, Rumah Aspirasi dipandang sangat tepat karena bisa menjadi tempat tinggal keluarga pasien selama di Medan.

Minimal ada tempat berteduh, tidur. Tentu lengkap dengan peralatan dapur. Hanya butuh beli beras dan bahan-bahan lauk, bagai di rumah sendiri.

Dan juga tentu, lokasinya harus tak jauh dari rumah sakit rujukan. Dan selama ini tujuan rujukan itu kebanyakan ke RSU Adam Malik.

Setidaknya, kehadiran Rumah Aspirasi ini akan mengurangi beban keluarga tak mampu.

Dan tentu kita berharap realisasinya dapat tercapai.

Itulah juga yang menyebabkan kita berharap semoga Harun Mustafa lebih dilapangkan kemampuannya agar bisa mendirikan Rumah Aspirasi itu. Semoga. (Dahlan Batubara)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: