Home / Seputar Madina / Salbiah Nakhodai KPOTI Madina 2021-2026

Salbiah Nakhodai KPOTI Madina 2021-2026

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Salbiah, S.Ag, MM terpilih menakhodai Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Mandailing Natal (Madina) pada musyawarah kabupaten yang berlangsung pada 8 November 2021.

Musyawarah yang digelar di aula MAN 1 Madina ini dihadiri Pengurus KPOTI Sumatera Utara Syamsul Lubis. Syamsul juga didaulat sebagai pimpinan sidang pemilihan ketua.

Musyawarah ini juga dihadiri penggiat olahraga dan guru olahraga se-Kabupaten Madina. Kegiatan dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Salbiah yang terpilih secara aklamasi menyampaikan permainan tradisional telah bergeser ke arah permainan teknologi.

“Dewasa ini permainan anak-anak Indonesia mulai bergeser ke arah permainan yang memanfaatkan teknologi,” sebutnya.

Kepala MAN 1 Madina ini melihat permainan rakyat dan olahraga tradisional sulit menyesuaikan dengan perkembangan zaman sehingga tak lagi dimainkan masyarakat, termasuk anak-anak.

“Akibatnya banyak permainan tradisional yang sudah tidak lagi dimainkan bahkan mendengar nama saja kiat sudah tidak pernah,” jelasnya.

Kondisi ini, jelas Salbiah, menjadikan permainan rakyat dan olahraga tradisional terancam punah. Padahal keduanya merupakan kekayaan budaya bangsa.

“Permainan rakyat dan olahraga tradisional adalah wujud pemikiran dan mengandung falsafah perilaku kehidupan manusia yang perting bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan,” ungkapnya.

Keberadaan KPOTI, terang Salbiah, sejalan dengan Undang-Undang nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Salbiah menerangkan tindakan yang harus dilakukan dalam pemajuan kebudayaan yakni inventaris, pengamanan, pemeliharaan dan penyelamatan.

“Ini harus dilakukan secara masif dan terstruktur karena permainan rakyat dan olahraga tradisional mengalami kemunduran,” terangnya.

Ia berharap dengan terbentuknya pangkalan olahraga tradisional (Pangkotrad) sekolah, desa/kelurahan, dan tempat wisata akan menjadi warna dan semangat baru dalam upaya penggalian permaianan tradisional.

“Diharapkan akan semakin banyak masyarakat yang berbicara tentang permainan rakyat dan olahraga tradisional, harapnya,” tutupnya.

 

Peliput: Ismail Ojie

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: