Home / Seputar Madina / Kapolda Sumut Tuding Media Terlalu Besar-besarkan Penembakan di Sorikmas Mining Madina

Kapolda Sumut Tuding Media Terlalu Besar-besarkan Penembakan di Sorikmas Mining Madina


MANDAILING NATAL:
Warga Desa Hutagodang,Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina) dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara (Sumut) Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Wisjnu Amat Sastro saling menyalahkan terkait aksi pembakaran camp PT Sorikmas Mining,Minggu 29 Mei 2011.

“Saya sangat menyesalkan tindakan masyarakat yang telah merusak dengan cara membakar camp PT Sorikmas Mining,” katanya kepada wartawan ketika saat berkunjung ke Kepolisian Sektor (Polsek) Siabu Senin 30 Mei 2011. Perbuatan puluhan warga sudah menyalahi peraturan sehingga pihak kepolisian akan serius mencari para pelaku.

Menurut dia, setiap masyarakat harus mendapatkan jaminan keamanan, sayangnya malah membuat ketidaknyamanan di perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan emas itu. Mantan Wakil Kepala Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) yang baru beberapa bulan bertugas di Medan ini malah menyalahkan media massa.

Menurut dia, media massa terlalu membesar- besarkan kejadian di Madina ini. “Saya mengimbau kepada awak media agar tidak membesar- besarkan kejadian itu,” ujarnya.Namun,Wisjnu menolak menjelaskan kasus kerusuhan yang berujung dengan pembakaran campPT Sorikmas Mining ini dan penembakan seorang warga bernama Solatiyah, 20.“Sudah,saya banyak pekerjaan lagi,”ungkapnya sambil masuk ke mobil dinasnya.

Sejumlah masyarakat yang menyaksikan peristiwa ini menyatakan, tembakan dari oknum kepolisianlah menjadi biang kerusuhan. “Jika polisi tidak menembak warga, kami juga tidak akan melakukan aksi itu (pembakaran),”kata Suwardi Lubis, 35,warga Desa Hutagodang. Menurut dia,begitu mendengar ada warga yang tertembak, massa langsung menerobos masuk ke camp.

“Pokoknya, polisi yang awalnya menembak warga, makanya kami mendobrak masuk,”ujarnya. Warga lainnya, Syahril, 40, juga menuding oknum polisi yang menjadi biangkerok kerusuhan ini.“Saat itu,warga hanya melakukan unjuk rasa secara damai bukan rusuh,”ujarnya. Awalnya warga dihadang sejumlah petugas kepolisian ketika warga ingin melakukan unjuk rasa.

Polisi langsung memberikan tembakan peringatan agar warga tidak bersikap anarkistis. Namun,massa terus berunjuk rasa sehingga polisi melepaskan tembakan ke arah warga. “Tembakan itu membuat warga langsung emosi karena salah seorang warga terkena tembakan,”bebernya.(si)
Sumber :Eksposnews

Comments

Komentar Anda

%d blogger menyukai ini: