Home / Seputar Madina / Kejar Target Vaksinasi Anak, Bupati: Jangan Ada Statemen Pemaksaan

Kejar Target Vaksinasi Anak, Bupati: Jangan Ada Statemen Pemaksaan

Bupati Memimpin Rapat Evaluasi Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun/Istimewa.

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam rangka mengejar target vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Mandailing Natal (Madina) tidak perlu ada statemen pemaksaan. Sebab hal tersebut disinyalir akan menimbulkan keributan.

Demikian disampaikan Bupati H. M. Ja’far Sukhairi Nasution saat memimpin rapat evaluasi vaksinasi anak di aula kantor Bupati Madina, Selasa (18/1).

“Tidak perlu melakukan atau mengeluarkan statemen pemasksaan sebab dengan cara tersebut akan memancing keributan,” kata Bupati.

Sukhairi meminta dalam mengejar target vaksinasi petugas maupun satgas melakukan pendekatan persuasif.

“Kita lakukan saja secara persuasif, pendekatan secara humanis kepada orang tua dan anak, bahwa dosis vaksin tida berbahaya,” sebut Sukhairi.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Arbiuddin S. Harahap dinilai melakukan pemaksaan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun.

Penilaian itu diperkuat dengan surat edaran yang ditandatangani Kadisdik Arbi dengan menitikberatkan pada poin penundaan penerimaan raport bagi siswa yang belum divaksin.

Selain itu ada juga surat pernyataan yang harus ditandatangani orang tua dengan ketentuan bahwa anak-anak yang mengikuti vaksinasi atas kemauan sendiri tanpa paksaan pihak manapun.

Kemudian, poin kedua surat pernyataan orang tua tersebut menyebutkan tidak akan menuntut pihak manapun apabila terjadi efek samping pada anak.

Dua surat ini yang kemudian banyak disesalkan oleh masyarakat. Kebijakan ini dipandang sebagai pemaksaan dan bentuk lepas tangan pemerintah terhadap masyarakat.

Surat Pernyataan yang Harus Ditandatangani Orang Tua/Istimewa.

Sementara Kadisdik Arbi yang turut hadir dalam rapat tersebut mengatakan ada beberapa kendala yang dijumpai di lapangan, seperti izin orang tua, nama di kartu keluarga tidak valid dengan data sekolah.

Permasalahan itu, jelas Arbi, sudah diverifikasi kembali di Disdukcapil.

“Lebih efektif kalau kita membuat peraturan, bila yang belum atau tidak mau divaksin harus melakukan pembelajaran secara daring,” usul Arbi.

Hal ini, kata Arbi, agar anak-anak membujuk orang tua agar mengizinkan untuk divaksin sehingga bisa berkumpul kembali dengan kawan-kawannya.

Surat Edaran Kadisdik Madina Terkait Vaksinasi Anak/Istimewa.

Dalam rapat yang turut dihadiri Forkopimda ini terungkap bahwa capaian vaksinasi anak di Madina sudah ada di angka 28.809 atau 49.33 persen.

Turut hadir Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, Kapolres AKBP H Muhamamad Reza, Pabung Kodim 0212 Mayor Inf. David Sidabutar, Ketua Pengadilan Agama Panyabungan Hasanuddin, dan beberapa pimpinan OPD.

 

Peliput: Roy Adam

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: