Home / Seputar Madina / Kepala Puskesmas Tabuyung Diangkat Jadi Pj Kepala Desa, Akreditasi Nasional Bisa Terancam?

Kepala Puskesmas Tabuyung Diangkat Jadi Pj Kepala Desa, Akreditasi Nasional Bisa Terancam?

PANYABUNGAN (Mandailing Online) –
Kepala Puskesmas diangkat menjadi pejabat kepala desa.

Ini terjadi di Desa Tabuyug, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina).

Pejabat kepala desa itu bernama dr Mahyuni. Dia dokter umum, juga kepala Puskesmas Tabuyung.

Padahal, puskesmas ini sedang dihadapkan pada konsentrasi persiapan mengejar akreditasi nasional.

Bisa jadi kelak rangkap jabatan sebagai kepala puskesmas dan pejabat kepala desa ini akan menggangu puskesmas untuk memperoleh akreditasi dari pemerintah.

Pun bisa jadi akan mengganggu upaya Pemkab Madina yang sedang berjuang keras meloloskan puskesmas-puskesmas di Madina terakreditasi.

Pengangkatan dr Mahyuni sebagai Pejabat Kepala Desa Tabuyung tertuang dalam surat keputusan yang ditandatangani Bupati Madina Ja’far Sukhairi Nasution tanggal 27 Juni 2022.

Camat Muara Batang Gadis, Hidayat yang hubungi Mandailing Online via WhatsAap, Kamis (14/7/2022) membenarkan pengangkatan dr Mahyuni menjadi pejabat kepala Desa Tabuyung.

Dikatakannya, surat pengajuan dari Badan Perwakilan Desa (BPD) Tabuyung hanya mengajukan satu nama untuk calon pejabat kepala desa, yaitu dr Mahyuni.

Lantas adakah rekomendasi dari Dinas Kesehatan Madina?

Kasubbag Kepegawaian Dinas Kesehatan Madina menjawab Mandailing Online via WhatsAap, Kamis (14/7/2022) menyatakan bahwa hingga kini tidak pernah muncul di meja kerjanya dokumen dari dr Mahyuni terkait permohonan rekomendasi untuk perolehan jabatan kepala desa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Madina, dr Syarifuddin di hari yang sama menjawab Mandailing Online via WhatsAap menyatakan bahwa Dinas Kesehatan sejauh ini tidak pernah menerbitkan rekomendasi bagi dr Mahyuni untuk jabatan kepala desa.

Tidak mungkin rekomendasi diberikan karena dr Mahyuni sangat dibutuhkan di sektor kesehatan.

Apalagi Puskesmas Tabuyung saat ini sedang dalam tahap persiapan mencapai akreditasi karena puskesmas itu turut menjadi target akreditasi nasional, dimana konsentrasi kepala puskesmas sangat dibutuhkan agar capaian terget akreditasi itu tidak melempem.

Dia menyatakan, bahwa sekretaris Dinas Kesehatan Madina pernah menyampaikan prihal permohonan dr Mahyuni, namun hingga kini hal itu tidak pernah tertindaklanjuti.

Peliput: Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: