Kamis, 30 Apr 2026
light_mode

Mengenal Bahasa Mandailing (2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 17 Nov 2016
  • print Cetak

Oleh: Basyral Hamidi Harahap (in memoriam)

 

 

Almarhum Basyral Hamidi Harahap

Almarhum Basyral Hamidi Harahap

BAHASA DAUN

Prof. C.A. Van Ophuysen, ahli bahasa Melayu dan bahasa Mandailing menulis sejumlah artikel tentang bahasa Mandailing. Salah satu diantaranya ialah tulisan berjudul  De Poezie in het Bataksche Volksleven, 1886. Tulisan ini membahas bahasa daun dan 80 ende dan ungkapan tradisional Mandailing.

Van Ophuysen pernah menjadi direktur Kweekschool Padangsidimpuan selama 7 tahun. Kemudian menjabat guru besar bahasa Melayu di Universitas Leiden. Bekas muridnya di Kweekschol Padangsidimpuan, Rajiun Harahap gelar Sutan Kasayangan Soripada, pernah menjadi asistennya di Universitas Leiden sebagai repititor bahasa Melayu.

Pada tanggal 13 Januari 1885 terjadi kebakaran besar di Padangsidimpuan, rumah Van Ophuysen ikut terbakar bersama dokumen penelitiannya tentang bahasa Mandailing yang sangat berharga. Tulisan Van Ophuysen yang paling terkenal tentang bahasa dan sastra Mandailing ialah tentang ende-ende dan bahasa daun atau bladerentaal.

Sesungguhnya ramuan bahasa daun itu tidak hanya terdiri dari dedaunan, karena ada bahan-bahan lain yang diikutsertakan dalam menyatakan sesuatu pesan.

Jika seseorang ingin menjawab atau memberitahukan tentang kesediaannya, kemauannya, keinginannya, atau cintanya, ia boleh  mengirimkan bulung ni pau, daun pakis, maknanya adalah  au, aku.  Daun pau rara, pakis merah, berarti ra, mau atau ingin. Jadi kedua jenis daun pakis ini bermakna ra au, saya mau.

Dalam masyarakat Barat dikenal dengan ungkapan katakan dengan bunga. Dalam hal ini makna bunga yang dikirimkan berkaitan dengan nama dan warna bunga yang bersangkutan

Menurut Van Ophuysen, orang Mandailing adalah satu-satunya suku bangsa yang memiliki bahasa daun. Oleh karena itu, penulis berpendapat sewajarnya bahasa daun ini dimasukan ditetapkan sebagai salah satu khasanah kebudayaan orang  Mandailing.

 Keberadaan bahasa daun mengisaratkan betapa orang Mandailing sangat sensitif dan dekat dengan alam. Mereka mempunyai filosofi yang mendasari sikap dan prilaku mereka dalam bergaul dengan alam. Sehingga mereka pada dasarnya adalah pecinta dan pelestari alam sehingga tercapai ekologi antara alam dan manusia yang seimbang.

Jika ditelaah lebih mendalam, kita dapat mencari elemen-elemen jati diri orang Mandailing dalam bahasa daun, antara lain sikapnya yang suka pada lambang-lambang sebagai cara bertutur kata. Atau mengungkapkan bahasa tubuh sebagai cara mengungkapkan sesuatu tanpa kata-kata, atau sebagai penguat kata-kata yang diucapkan, atau meneruskan kata-kata atau kalimat dengan bahasa tubuh. Orang Mandailing  juga merupakan suku bangsa yang biasa berbicara dengan tamsilan untuk melembutkan pernyataan yang seharusnya diucapkan secara  tegas dan lugas.

Dalam bahasa daun, dipakai daun-daun  yang namanya mirip atau sama dengan lafal  kata yang dipakai dalam percakapan sehari-hari. Jadi pemaknaanya bukan pada sifat-sifat daun atau benda lainnya, seperti porkis, semut, tidak diartikan sebagai rajin dan produktif, tetapi diartikan torkis, sehat wal’afiat. Dedaunan yang  dikirimkan bisa juga disertai gambar atau coretan  yang mengambarkan sesuatu, misalnya gambar sige atau parau.

Penulis mencatat 94 nama dedaunan yang sudah dikenal luas oleh orang Mandailing yang dimaksukkan oleh Vsan Ophuysen lengkap dengan maknanya dalam bahasa Mandailing  dan bahasa Belanda. Daftar itu penulis sunting lagi dengan menyusunnya menurut abjad  agar pembaca lebih mudah mencari nama daun tertentu. Terjemahan bahasa Belanda yang dibuat oleh  Prof. Van Ophuysen, penulis ganti dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia (akan dumuat di bagian 3-red).

Pilihan daun sebagai kosa kata bahasa daun terutama didasarkan pada persamaan atau kemiripan lafal nama daun  dengan kata-kata  dalam kosa kata Mandailing. Sebagian dari daun-daun itu adalah tumbuhan obat yang biasa dipakai oleh datu sebagai pulungan ni ubat, sebagai ramuan obat. Sayang sekali orang Mandailing jaman sekarang ini tidak lagi mengenal semua dedaunan yang disebutkan oleh Van Ophuysen di dalam tulisan itu. (bersambung)    

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Buka MTQ ke-XXI

    Bupati Buka MTQ ke-XXI

    • calendar_month Sabtu, 26 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Natal) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXI tingkat kabupaten di lapangan Kantor Camat Siabu, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Jumat (25/2) Malam. Bupati Sukhairi dalam sambutannya mengatakan, MTQ ini akan diikuti oleh generasi muda yang siap berlomba untuk meraih prestasi. “Berkontribusi […]

  • Antisipasi Banjir, Warga Minta Sungai Aek Mata Panyabungan di Dikeruk

    Antisipasi Banjir, Warga Minta Sungai Aek Mata Panyabungan di Dikeruk

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Diawal  musim penghujan ini, warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai aek mata mulai khawatir banjir, kekawatiran itu akibat terjadinya pendangkalan dan tunpukan sampah di sungai aek mata. Memang ketika musim penghujan tiba, sejumlah pemukiman warga di sepanjang sungai aek mata selalu menjadi langganan banjir. Ini yang membuat Sobir warga pasar […]

  • Atika Larang Wartawan Meliput Pertemuan Wabup dan Mahasiswa

    Atika Larang Wartawan Meliput Pertemuan Wabup dan Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 18 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)- Puluhan mahasiswa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Mandailing Natal (Madina) sejak pagi melakukan aksi demontrasi untuk mempertanyakan program pengentasan Stunting di Kabupaten Madina, Rabu (18/10/2023). Puluhan mahasiswa ini pun menuntut untuk bertemu dengan Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penanganan Stunting di Madina. Walaupun akhirnya […]

  • Progres Pembangunan RSU di Kunjungan Wakil Menteri Kesehatan ke Madina

    Progres Pembangunan RSU di Kunjungan Wakil Menteri Kesehatan ke Madina

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof.dr Ali Gufron Mukhti, MSc,PHD ke Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada 14-15 Januari kemarin memiliki momen yang signifikan terhadap harapan rakyat Madina terutama progres pembangunan rumah sakit umum daerah. Kunjungan wamenkes ini difokuskan meninjau langsung pertapakan bakal rencana pembangun RSU di perbukitan Paya Loting, Panyabungan, selain […]

  • Jokowi Sebut Batak Mandailing, Raja di Mandailing Berreaksi

    Jokowi Sebut Batak Mandailing, Raja di Mandailing Berreaksi

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Raja di Mandailing berreaksi terhadap sebutan Batak Mandailing oleh Presiden Jokowi. Mandailing itu bukan suku, tapi sebuah bangsa. Sehingga tak bisa disebut suku Batak atau sub suku Batak. Hal itu dikatakan Raja Onggara Lubis, dari kerajaan Hutanagodang Ulu Pungkut menjawab Mandailing Online, Kamis (21/3/2019) menanggapi munculnya sebutan “Batak Mandailig” oleh Presiden […]

  • Buku: Tuanku Rao, Terror Mazhab Hambali di Tanah Batak (1)

    Buku: Tuanku Rao, Terror Mazhab Hambali di Tanah Batak (1)

    • calendar_month Minggu, 16 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    DITARIK DARI PEREDARAN TAHUN 1964 Disunting: Dame Ambarita Judul bukunya cukup panjang: Pongkinangolngolan Sinambela gelar Tuanku Rao, Teror Agama Islam Mazhab Hambali Di Tanah Batak 1816-1833. Buku yang menghebohkan tahun 1964 ini sempat ditarik dari peredaran. Tentu saja, buku langka di pasaran, bahkan sempat dihargai Rp1,5 juta. Oleh penerbit berbeda, Juni 2007, buku yang mengungkap […]

expand_less