Home / Seputar Madina / Minta PLTP Ditutup, Mahasiswa Azan di Depan DPRD Madina 

Minta PLTP Ditutup, Mahasiswa Azan di Depan DPRD Madina 

Unjukrasa Aliansi Mahasiswa Bersatu Madina di halaman DPRD Mandailing Natal, Kamis (24/3/2022).

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Puluhan mahasiswa mendesak penutupan operasional pembangkit listrik tenaga panas bumi di Kabupaten Madina yang dikelola PT. SMGP.

Desakan itu dicuatkan dalam satu aksi unjukrasa di halaman kantor bupati Mandailing Natal (Madina), Kamis (24/3/2022).

Aksi juga berlanjut ke DPRD Madina. Di halaman gedung legislatif itu mahasiswa sempat mengumandangkan azan sekira 5 menit sebelum masuk waktu Asar.

Massa pengunjukrasa berjumlah sekira 80 orang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bersatu Madina.

Terdapat 7 poin tuntutan mahasiswa tersebut yang tertuang di dalam lembaran Pernyataan Sikap. Berikut redaksi pernyataan sikap tanpa diedit Mandailing Online:

1. Menuntut bupati mandailing natal agar segera membekukan PT. SMGP di karnakan sudah banyak menelan korban akibat kelalaian piha PT. SMGP.

2. Menuntut bupati mandailing natal agar bertanggung jawab atas kejadian yang merugikan masyarakat dan memberi penjelasan atas ketidak adaannya

kredibilitasnya ketua team investigasi untuk melakukan pemantauan terkait kebocoran gas dikarnakan sama sekali kami menilai tidak mempunya kapasitas dalam melakukan pengawalan.

3. Menuntut bapak bupati madina agar tidak bermain mata dengan pihak PT SMGP karna kami menilai sampai saat ini PT SMGP tidak mempunyai manfaat terhadap masyarakat,terlebih kepada masyarakat mandailing

natal.sesuai dengan UUD Perseroan yang telah ditetapkan.

4. Menuntut DPRD Mandailing Natal agar memperketat UUD tentang PT di Daerah Agar tidak sembarangan Masuk ke wilayah Kabupaten Mandailing Natal Karna Kami duga PT SMGP tidak bertanggung jawab Penuhnya dengan Resiko Resiko yang merugikan Masyarakat.

5. Menuntut Agar pihak PT.SMGP bertanggung jawab penuh atas kelalaian yg menyebab kan musibah tragedi hingga menghilangkan nyawa masyarakat Baik di hadapan hukum maupun adat dan budaya masyarakat.

6. Menuntut jaminan keselamatan masyarakat yg berada di sekitar kawasan terdekat dengan pryoek PT.SMGP.

7. Menuntut agar PT.SMGP bersedia hengkang angkat kaki dari bumi gordang sambilan mandailing natal Bila mana ada kejadian yg menyengsarakan rakyat di kemudian hari baik sengaja maupun tidak di sengaja.

Dokumen pernyataan sikap Aliansi Mahasiswa Bersatu Madina.

Unjukrasa di kantor bupati hanya diterima Sekretaris Daerah, Gozali Pulungan karena bupati dan wakil bupati sedang bertugas di luar daerah.

Di DPRD, mahasiswa hanya ditemui pegawai sekretariat karena tidak satu pun anggota dewan berada di gedung dewan, kabarnya sedang melakukan kunjungan kerja di berbagai daerah.

Pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) berada di kawasan Sibanggor, Kacamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal, Sumut.

PLTP ini dikelola PT. SMGP (Sorik Marapi Geothermal Power).

Sebanyak 58 warga Desa Sibanggor Julu dilarikan ke rumah sakit pada Minggu (6/3/2022) diduga mengirup zat H2S tepat pada saat pihak PT. SMGP melakukan uji pembukaan wellpad AAE-05.

Pihak PT. SMGP menyatakan bahwa tidak ada sebaran H2S pada uji pembukaan itu.

Sebelumnya, pada 25 Januari 2021 sebanyak 5 orang warga Sibanggor Julu meninggal dunia dan 46 orang menjalani perawatan di rumah sakit, tiga orang rawat jalan, satu orang penanganan medis menyusul sebaran H2S pada saat persiapan pembukaan sumur SMP-T02 untuk commissioning (uji coba) PLTP Unit II (15 MW).

Peliput: Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: