Seputar Madina

MPC Pemuda Pancasila: Aksi Emak-emak di Tabuyung Pintu Masuk bagi APH

Pengurus MPC Pemuda Pancasila Madina Audiensi dengan Kapolres/Roy Adam.

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aksi emak-emak Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), Mandailing Natal (Madina), yang mendatangi rumah terduga bandar narkoba disebut bisa menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum (APH) untuk melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus peredaran narkoba di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian MPC Pemuda Pancasila Madina Samsul Hidayat Borotan didampingi Sekbid Awaluddin Lubis di kantor MPC, Pidoli Dolok, Selasa (4/1).

Samsul mengatakan, Ketua MPC Pemuda Pancasila Madina Akhmad Arjun Nasution mengimbau seluruh kader agar membantu APH dan bersinergi dengan masyarakat dalam pemberantasan peredaran narkoba.

Maka dari itu, lanjut Samsul, MPC Pemuda Pancasila sangat mengapresiasi langkah yang diambil kaum ibu Desa Tabuyung.

“Kita apresiasi tindakan berani ratusan kaum ibu tersebut. Ini bentuk keprihatinan dan klimaks kekesalan masyarakat akibat maraknya narkoba di Desa Tabuyung,” katanya.

Ia menilai aksi emak-emak itu merupakan seruan moral dan puncak keresahan masyarakat yang harus segera direspon cepat oleh pihak terkait.

“Kita yakin, kaum ibu yang terhormat bergerak atas dasar nurani, kesadaran, dan keterpanggilan hati untuk menjaga suami dan anak mereka serta masyarakat agar terhindar dari narkoba” ujarnya.

Samsul menerangkan, secara organisasi MPC Pemuda Pancasila berharap kejadian tersebut menjadi contoh bagi daerah atau desa lain untuk melakukan sinergitas dan perlawanan rakyat terhadap peredaran narkoba.

“Tentu dengan tetap mematuhi aturan hukum yang berlaku tanpa adanya tindak kekerasan atau anarkisme,” jelasnya.

“Kita mendukung penuh kinerja Polri dalam memberangus habis peredaran narkoba sampai tuntas ke akar-akarnya. Siapapun pelaku, pemakai, pengedar, bandar harus diseret ke ranah hukum secara berkeadilan tanpa diskriminasi” ujar Samsul.

Aksi damai ratusan kaum ibu (emak-emak) di Desa Tabuyung Kec Muara Batang Gadis Kab Madina yang viral beberapa hari ini, dan telah dua kali melakukan aksi protes bahkan mendatangi rumah para terduga bandar narkoba, mendapatkan simpatik dan apresiasi dari Pemuda Pancasila Kab Madina.

Pemuda Pancasila, terang Samsul, akan terus mendorong Bupati, Kadis PMD dan camat untuk memerintahkan kepala desa/lurah membuat Musdes dan Perdes berisi larangan bagi warganya untuk terlibat narkoba dengan sanksi sosial berbasiskan kearifan lokal, di luar sanksi hukum.

“Misalnya tidak akan diurus dalam acara suka cita (siriaon) atau duka cita (siluluton) atau diusir dari desa tersebut,” ungkap Alumni STAIN Madina ini.

Secara terpisah, Akhmad Arjun Nasution mengatakan bahwa Pemuda Pancasila telah lama mendeklarasikan perang terhadap narkoba.

“Kita tegas dan konsisten menegakkan aturan ini. Kita telah lama memberikan warning kepada seluruh kader apabila ada yang terbukti secara sah terlibat narkoba akan langsung dipecat secara tidak hormat, kita tarik KTA-nya dan menyeret yang bersangkutan ke ranah hukum,” tegas Arjun.

Terkait aksi emak-emak di Tabuyung, Arjun menerangkan, telah menginstruksikan ketua PAC setempat untuk mengawal dan mendukung kaum ibu sampai tuntutan mereka terpenuhi.

” Kita mengintrusikan Ketua PAC PP MBG untuk konsisten mengawal dan mensupport secara moril sehingga tuntutan aksi damai ratusan kaum ibu itu dapat dipenuhi oleh pihak terkait,” pungkasnya.

 

Peliput: Roy Adam

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.