Rabu, 18 Feb 2026
light_mode

Pemimpin Madina Sibuk Memikirkan Diri Sendiri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Apr 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengamat politik Madina, Amin Daulay mengungkapkan bahwa saat ini kondisi politik Mandailing Natal (Madina) mengarah pada situasi chaos.

Elit politik masing-masing memikirkan diri sendiri. Rakyat menjerit atau menderita dibiarkan saja. Jika ada rakyat yang berteriak, maka yang dicari adalah dalangnya, bukan substansinya. Bupati dan DPRD-nya sibuk dengan diri sendiri.

Semua sektor berada dalam posisi stagnan, tak ada gerak dinamika. Kacau. Ibarat perang, Madina masa kini tak ubahnya Vietnam. Rakyat pesimis.

Itu diungkapkan Amin Daulay dalam acara “Diskusi Publik Pilkada Madina 2015” dengan topik “Mencari  Figur Ideal Calon Bupati Madina”, Kamis (2/4) di café Hotel Rindang, Panyabungan yang diselenggarakan The Rindang Magnitude kerjasama dengan Malintang Pos, Mandailing Online dan radio Start 102,6 FM Panyabungan.

Disebutkannya, para elit politik saat ini telah lari dari semangat dan ruh pendirian Kabupaten Madina. Sehingga tiga ruh semangat pendirian kabupaten ini telah dihianati.

Ke tiga ruh itu adalah mendekatkan pemerintah kepada rakyat, menyelenggarakan administrasi pemerintahan bagi kesejahteraan rakyat serta menumbuhkan partisipasi rakyat dalam pembangunan.

Para pimpinan Madina telah berubah dari prinsip melayanin menjadi dilayani. Menerbitkan kebijakan berdasar birahi kepentingan diri dan kelompok.

“ Ini kacau, jangan mentang-mentang kita dibiayai negara malah pendapat kita yang benar,” katanya.

Salah satu indikator vakumnya pertumbuhan ekonomi di Madina adalah kota Panyabungan. Panyabungan sebagai ibukota kabupaten, sekarang tidak ada tanda-tanda sebuah kota. Jangankan menumbuhkan yang baru, mempertahankan yang kaya saja susah.

Makanya, Amin Daulay  mengharapkan kepada semua kalangan untuk mencari pemimpin yang tak “mangomo” dalam memimpin, tapi yang mensejahterakan, menyejukkan dan mendorong perbaikan semua sector.

Menurutnya, salah satu penyebab kondisi itu adalah rekrutmen kepemimpinan yang tak benar. Termasuk dalam pilkada. Antara yang dipilih dan yang memilih sama-sama bejat. Siapa yang bawa uang itu yang dipilih.

Oleh karenanya, dia menghimbau kepada partai politik agar di Pilkada Madina 2015 ini jika menjaring bakal calon bupati harus menjaring figur-figur ideal, jangan menetapkan bakal calon bupati berdasar kepentingan materi, tetapi harus berdasarkan semangat membangun Madina ke arah yang lebih baik.

Sebab, selaku institusi yang diamanatkan undang-undang menjaring bakal calon bupati, partai politik memegang peranan besar dalam menentukan bagus tidaknya calon yang akan ditetapkan untuk dipilih rakyat melalui bilik suara di hari H Pilkada.

Di sisi lain, peranan ulama dan mahasiswa sangat vital dalam upaya pencerahan dan pendidikan politik di tengah-tengah masyarakat, termasuk dalam tataran merubah kekacauan pola kepemimpinan Madina.

Ulama sudah harus meningkatkan kreativitasnya, harus mampu menjadi agen perubahan di semua lini dan aspek kehidupan, tidak melulu bicara akhirat.

“Bagaimana rakyat khusuk beribadah kalau “boltok male” katanya.

 

Peliput  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panyabungan Timur Juara Umum MTQ Madina

    Panyabungan Timur Juara Umum MTQ Madina

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATAHAN (Mandailing Online) – Kontingen Kecamatan Panyabungan Timur meraih Juara Umum MTQ ke 20 Tingkat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tahun 2021. MTQ diikuti kafilah dari 23 kecamatan itu berlangsung di Batahan, Kecamatan Batahan itu berakhir hari Minggu (21/3/2021). Penutupan MTQ dilakukan Sekretaris Daerah, Ghozali Pulungan. Kepala Kementrian Agama Kabupaten Mandailing Natal, H Ahmad Qosbi membacakan […]

  • Generasi Stunting Tanggungjawab Negara, Bukan Beban

    Generasi Stunting Tanggungjawab Negara, Bukan Beban

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Intan Marfuah Aktivis Muslimah Pemerintah Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara berhasil mencapai nol kasus stunting berkat program Pemberian Makanan Bergizi (PMB) tambahan yang diluncurkan di berbagai desa. Camat Loa Kulu, Ardiansyah, mengungkapkan bahwa program PMB telah berjalan sejak Juni 2024 dan menjadi salah satu program andalan dalam upaya menurunkan angka stunting di Kutai Kartanegara. […]

  • Mahasiswa Sosialisasi Peraturan tentang Jalan

    Mahasiswa Sosialisasi Peraturan tentang Jalan

    • calendar_month Rabu, 11 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Puluhan mahasiswa tergabung Aliansi Mahasiswa Peduli Tertib Lalulintas mensosialisasikan Peraturan Pemerintah No 34/2006 tentang Jalan dan Keputusan Menteri Perhubungan tentang Penggunaan Jalan Sumatera. Kegiatan itu dilakukan mahasiswa sebagai bentuk keresahan atas seringnya dilewati jalan propinsi Jembatan Merah-Simpang Gambir yang berkelas III B yang beban maksimal 8 ton oleh kenderaan berat jenis tronton atau bersumbu […]

  • Pemilih Siluman Diduga Bermain di TPS 002 Simangambat Untuk Salah Satu Paslon

    Pemilih Siluman Diduga Bermain di TPS 002 Simangambat Untuk Salah Satu Paslon

    • calendar_month Senin, 2 Des 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ) – 5 orang warga Kota Medan diduga menjadi pemilih siluman di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 002 di Kelurahan Simangambat Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Ke 5 orang tersebut diketahui ikut mencoblos dan sengaja datang untuk memilih salah satu pasangan Calon Bupati Madina. Padahal kelima orang itu tidak tercatat dalam […]

  • Masyarakat Tetap Tolak Keberadaan KP-USU

    Masyarakat Tetap Tolak Keberadaan KP-USU

    • calendar_month Senin, 7 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Kehadiran KP-USU dalam usaha pembukaan kebun sawit di Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) masih pro kontra ditengah berlanjutnya sidang di PTUN Medan. Kasus KP-USU ini mencuat setelah pihak Polres Madina menyetop aktivitas KP-SU di lapangan pada bulan Oktober 2012 karena izin lokasi dan izin usaha perkebunan KP […]

  • Guru di Kota Berlebih, di Desa Terpencil Kekurangan

    Guru di Kota Berlebih, di Desa Terpencil Kekurangan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penyebaran tenaga pendidik di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tidak  proporsional. Guru menumpuk di sekolah-sekolah daerah perkotaan, sementara di  daerah pinggiran dan pedalaman banyak sekolah yang kekurangan guru, bahkan  banyak sekolah dasar yang hanya dididik oleh 2 atau 3 orang guru saja. “Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Dan pemerintah terkesan mengabaikan […]

expand_less