Seputar Madina

Pemkab Dituntut Tempatkan Guru di Sinunukan dan Batahan


MADINA- Dewan Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Natal dan Batang Natal (DPP Ima Nabana) menggelar seminar tentang perkembangan daerah Nabana pasca 11 tahun mekarnya Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Dalam seminar yang dilakukan di Kecamatan Sinunukan, Minggu (5/12), ini disebutkan, Pemkab dituntut untuk menempatkan guru di Kecamatan Sinunukan dan Batahan, agar kualitas pendidikan meningkat.

Seminar sehari ini diikuti oleh 40 mahasiswa dari Ima Nabana dan seratusan warga Kecamatan Sinunukan serta tokoh agama dan tokoh masyarakat sekitar. Seminar ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madina, Drs H Musaddad Daulay MM, yang diwakili Kasi SMP-SLTA, Zulham SPd, Camat Sinunukan dan Camat Batahan.

Ketua DPP Ima Nabana, Aswan, kepada METRO, mengatakan, seminar ini bertujuan untuk menyikapi perkembangan Kecamatan Sinunukan dan Batahan selama 11 tahun terakhir atau sejak dimekarkannya Kabupaten Madina.

“Ima Nabana merespon kondisi pembangunan di Kecamatan Sinunukan dan Batahan. Mengingat kedua kecamatan ini dinilai terbelakang dalam hal pembangunan begitu juga dengan pendidikan, dan kami memiliki harapan melalui seminar ini Pemkab Madina maupun Pemprov Sumut lebih respect dan memperhatikan infrastruktur jalan di Pantai Barat terutama Sinunukan dan Batahan demi peningkatakan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” terang Aswan didampingi Irfan Rangkuti

Aswan menambahkan, tujuan dari seminar ini juga tak luput untuk berharap kepada Pemerintah Madina agar membangun SMK di Sinunukan mengingat banyaknya potensi yang ada karena selama ini siswa yang ingin bersekolah di bidang kejuruan harus rela ke Panyabungan yang memiliki jarak tempuh selama 4 hingga 5 jam, sehingga dengan jarak tempuh tersebut keinginan siswa untuk melanjutkan pendidikannya itu terhalang belum lagi apabila dilihat dari segi ekonomi yang kurang mendukung. “Di samping itu, kami juga sangat berharap kepada Pemkab Madina supaya menempatkan tenaga pendidik yang lebih berkualitas dan profesional untuk menciptakan good education di dua kecamatan karena mengingat fasilitas dan sarana belajar yang kurang maka tenaga pendidik itu harus betul-betul mampu menyampaikan materi pelajaran tersebut,” sebut keduanya. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

Comments

Komentar Anda