Home / Seputar Madina / “Sebelum PT SMGP hadir, kami tidak pernah keracunan”

“Sebelum PT SMGP hadir, kami tidak pernah keracunan”

Ketua BPD Sibanggor Julu, Binsar Rajab dalam Rapat Evaluasi Tim Investigasi Lapangan di wellpad A-AE 05, di aula Pemkab Madina, Rabu (16/3/2022). Foto: Dahlan Batubara

PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  “Sebelum PT SMGP hadir, kami tidak pernah keracunan”.

Kalimat itu disampaikan Ketua BPD Sibanggor Julu, Binsar Rajab dalam Rapat Evaluasi Tim Investigasi Lapangan di wellpad A-AE 05.

Rapat evaluasi itu dipimpin Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution di aula Pemkab Madina, Rabu (16/3/2022).

“Kami belum pernah merasakan apa yang kami rasakan setelah kehadiran SMGP,” imbuh Binsar.

Setidaknya 58 warga Desa Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal (Madina) keracunan pada Minggu 6 Maret 2022 lalu pada saat pihak PT SMGP melakukan uji pembukaan sumur wellpad A-AE 05 di kawasan Sibanggor Julu.

Pihak PT SMGP menyatakan bahwa tidak ditemukan zat H2S pada saat pembukaan sumur itu sebagai penyebab keracunan warga.

Hingga kini investigasi masih dilakukan terhadap peristiwa keracunan itu.

Pihak yang melakukan investigasi adalah Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (KESDM).

Sementara itu, Kepala Desa Sibanggor Julu di dalam rapat itu menyatakan bahwa apapun nanti hasil investigasi EBTKE, pihak Desa Sibanggor Julu tetap pada asumsi awal bahwa keracunan warga itu sebagai dampak dari aktivitas PT SMGP kawasan Sibanggor.

Rapat evaluasi itu dihadiri Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis; Kapolres Madina, AKBP Reza Chairul; utusanKejari Madina; utusan Kodim; sejumlah kepala dinas Pemkab Madina; perwakilan Desa Sibanggor Julu serta pihak PT SMGP.

PT SMGP adalah perusahaan yang mengelola pembangkit listrik tenaga panas bumi di kawasan Sibanggor.

Peliput: Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: