Sabtu, 4 Apr 2026
light_mode

Sopo Godang Lambang Demokrasi Mandailing Yang Perlu Dipertahankan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 31 Mar 2021
  • print Cetak

Komplek Bagas Godang dan Sopo Godang di Hutagodang, Mandailing Julu. Foto: arsip Mandailing Online

Catatan: Syahren Hasibuan
Jurnalis dan seniman tinggal di Panyabungan

Sopo Godang sebuah bangunan yang bentuknya empat persegi panjang menyerupai bentuk Bagas Godang tapi lebih kecil dan terbuka serta tidak memiliki dinding. Tingginya lebih rendah dari Bagas Godang dan posisinya terletak di depan Bagas Godang berbatas dengan halaman bolak.

Fungsi Sopo Godang adalah tempat musyawarah adat, balai sidang keadilan, tempat pertunjukan kesenian, tempat belajar adat, hukum, seni kerajinan tangan serta ilmu pengetahuan lainnya. Selain itu Sopo Godang tempat bermalam musafir dan lain-lain, boleh dikatakan gedung ini adalah gedung serbaguna yang menampung segala kegiatan kemasyarakatan.

Sopo Godang dianggap sebagai tempat yang sakral karena adat dan hukum, adat dijiwai Sopo Godang, dari gedung inilah turun keputusan-keputusan yang mengatur tata tertib seperti patik, uhum, ugari dan hapantunon.

Sopo Godang ini disebut juga sopo siorancang magodang karena di gedung ini adalah tempat orang memperoleh perlindungan yang aman.

Tanda sebuah huta atau kampung yang telah resmi sebagai bona bulu haruslah mempunyai sopo godang sebagai balai pertemuan, itulah sebabnya orang-orang Mandailing tumbuh menjadi penganut demokrasi sejati, karena semua diputuskan raja harus melalui musyawarah mufakat, hal ini digambarkan pada ornamen berbentuk segitiga yang disebut bindu yang merupakan lambang dari dalihan natolu yang dapat dilihat pada atap Sopo Godang pada bagian depan.

Dari situ tergambar bahwa sungguh pun bentuk pemerintahan adalah kerajaan, tapi bukanlah kerajaan absolut tapi adalah bentuk kerajaan yang demokratis (monarki konstitusional).

Kekuasaan pada namora natoras yang dapat disamakan dengan MPR (legislatif) dan kekuasaan tertinggi ada pada gabungan namora natoras dengan Raja Pamusuk yang dapat disamakan dengan MPR pada UUD 1945 dan raja hanya sebagai pelaksana keputusan.

Demikian juga raja dipilih oleh kerapatan sopo godang yang anggotanya terdiri dari namora natoras dan raja-raja pamusuk yang ada di wilayahnya. Apabila dibandingkan dengan UUD 1945 sebelum dirubah dapat dikatakan namora natoras mewakili golongan dan raja pamusuk mewakili daerah, raja hanya sebagai primus interparis yang bertindak sebagai pengayoman dan raja bukan feodal tapi hanya didulukan selangkah dan ditinggikan seranting.

Pengaruh jajahan Belanda membuat beberapa orang raja menjadi feodal dan kahanggi-nya juga yang merevolusinya pada tahun 1945 sewaktu Indonesia merdeka, tapi beberapa orang raja langsung terjun dalam revolusi sesuai tuntutan zaman.

Sopo Godang sengaja dibuat tidak berdinding agar rakyat secara langsung dapat melihat dan mendengar segala hal yang dibicarakan oleh raja dan namora toras sebagai pimpinan mereka. Tidak ada yang tertutup, semua terbuka secara langsung dan transparan (patar songon indahan di balaga).

Dahulu bila Sopo Godang telah berdiri, baru selesai dibagun raja wajib memotong kerbau untuk meresmikannya yang disebut (mambongkot sopo godang).

Sopo Godang adalah lambang demokrasi yang perlu dipertahankan, selama Sopo Godang berdiri kokoh dan keputusan keputusannya dipatuhi oleh rakyat, masyarakat akan aman tenteram dan sejahtera, karena tatanan-tatanan masyarakat tetap terpelihara dengan baik.

Jika Sopo Godang rubuh, baik fisik maupun fungsinya, sejak itulah masyarakat Mandailing mulai tidak teratur, aturan-aturan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang telah tertuang dalam patik, uhum, ugari, dan hapantunon, berangsur-angsur pudar dan lama-kelamaan akan hilang ditelan masa.***

Syahren Hasibuan

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangunan Jembatan Gantung di Kampung Baru Terus Dikebut

    Pembangunan Jembatan Gantung di Kampung Baru Terus Dikebut

    • calendar_month Selasa, 17 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Jembatan gantung aek batang gadis yang menghubungkan Desa Kampung Baru- Simanondong di Kecamatan Panyabungan Utara ,Mandailing Natal ( Madina ) bernilai Rp.4,6 miliar terus dikebut penyelesaiannya, diperkirakan pertengahan bulan november 2023 jembatan ini sudah bisa di fungsikan. Plt Kepala Dinas PUPR Madina Elpiyanti Harahap saat meninjau pembangunannya Selasa 17/10/2023, mengku […]

  • Peserta InasSEC 2014 Ditantang Buat Produk Atasi Persoalan Nyamuk

    Peserta InasSEC 2014 Ditantang Buat Produk Atasi Persoalan Nyamuk

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Dalam acara Indonesian Science Enterprise Challenge (InaSEC)‎ 2014, 60 siswa-siswi ditantang untuk menawarkan produk atau service  yang bisa menjadi solusi terkait masalah tingginya penyakit atau kematian oleh nyamuk‎. Siswa-siswi yang berasal dari 16 sekolah di Jakarta, Sumatera Selatan, Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur itu ‎diberikan waktu 24 jam […]

  • Buras Na Peto  (1)  : Mandemo Dot Marambeng

    Buras Na Peto (1) : Mandemo Dot Marambeng

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Girang doma ilala si Jarokek mardalan tu lopo si Jatondi i. Taru piulna pe logu India ma, logu ni Daramendra. Pincur doma bibir nia namarpiul i laos masuk tu lopo i. “Baen susu tes i,” ningia tu parlopo i laos juguk lanom di bangku nailambung pintu lopo i. “Bo, songon na sak-sak uida muko muyu, […]

  • Kecamatan Nagajuang Juara Vaksinasi

    Kecamatan Nagajuang Juara Vaksinasi

    • calendar_month Sabtu, 20 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kecamatan Nagajuang unggul dari kecamatan lain dalam capaian persentase vaksinasi covid-19. Kecamatan ini berhasil mencapai angka 74,25% vaksinasi, berdasar laporan Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Mandailing Natal per 18 November 2021. Dalam laporan Satgas itu, Kecamatan Nagajuang hingga kini telah berhasil menyuntikkan vaksin dosis 1 kepada 2.676 orang dari […]

  • Darul Mursyid Latihan OSN di Bogor dan Medan

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Menjelang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi Sumut, Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid mengirim pelajarnya mengikuti latihan di Bogor dan di Medan sejak tanggal 19 hingga 25 Mei 2013. “Dua tempat latihan yang berbeda ini digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam meraih sukses pada OSN tingkat provinsi 2013 yang akan […]

  • Pusat Kota dan Titik-Titik Pasar Potensi Macet Arus Mudik

    Pusat Kota dan Titik-Titik Pasar Potensi Macet Arus Mudik

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pusat kota Panyabungan dan sejumlah titik pasar di Mandailing Natal (Madina) diperkirakan menjadi potensi penyebab kemacetan di sepanjang Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) yang dimungkinkan menganggu arus mudik lebaran tahun ini. Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Madina, Rizaldi Lubis menjawab Mandailing Online, Selasa (15/7/2014 mengatakan, pasar lama dan pasar baru Panyabungan […]

expand_less