Home / Seputar Madina / Tarutung Tambangan Go Market (1)

Tarutung Tambangan Go Market (1)

Acara martarutung di Desa Simangambat, Kecamatan Tambangan, Kamis (27/1/2022). Foto: Dahlan Batubara

Kecamatan Tambangan terkenal dengan buah durian.

Keta martarutung tu Tambangan“. (Mari membeli durian ke Tambangan).

Kalimat itu akan menjadi kalimat musiman, ketika musim durian tiba.

Kecamatan ini pun akan ramai didatangi orang-orang dari berbagai penjuru Mandailing Natal.

Para pengunjung akan mendatangi kebun-kebun dan menyantap buah durian di dekat pohonnya. Buah yang baru jatuh. Yang matang di pohon.

Secara umum, lokasi-lokasi kebun durian tak terlalu jauh dari pemukiman warga sehingga mudah dijangkau pengunjung.

Tambangan memang sangat identik dengan durian di Mandailing Natal. Padahal di kecamatan lain pun banyak ditemukan durian.

Tetapi Tambangan sudah menjadi ikon durian di kabupaten ini sejak dulu.

Cita rasa durian dari Tambangan juga terkenal enak-enak.

Pada lomba citarasa durian se Tabagsel diikuti 5 kabupetan pada tahun 2021 lalu di Padangsidimpuan, durian Tambangan meraih nomor 2. Jenis durian yang dibawa ke kontes itu jenis “tarutung Sipaya” dari Laru Lombang.

Semua kampung di Tambangan yang berjumlah 19 desa plus 1 kelurahan memang punya banyak pohon durian. Ini menjadikan kawasan itu menjadi sentra durian.

Mayoritas pohon-pohon durian di sana tumbuh sendiri. Bukan dibudidaya. Timbuh di antara tanaman lain. Banyak yang berusia ratusan tahun. Dan itu menjadi faktor penyebab jenis durian di sana berratus ragamnya. Berratus cita rasa.

Dan itu pula yang menyebabkan tidak adanya data jumlah pohon durian di Tambangan. Meski data perkiraan sekalipun.

Tetapi, berdasar hitungan Camat Tambangan, Enda Mora Lubis, estimasi buah durian yang dihasilkan kecamatan itu sekitar 50.000 hingga 60.000 buah durian per hari kala musim besar berlangsung. Jika musim kecil sekitar 35.000 per hari.

Estimasi itu masih data buah yang langsung diboyong para saudagar. Belum termasuk penjualan kepada orang-orang yang datang langsung kebun-kebun warga.

Potensi durian itu tentu sangat kuat menunjang pendapatan warga.

Dan potensi inilah yang saat ini dilirik camat dan para kepala desa.

Dan saat ini mereka sedang serius merancang strategi pengembangannya. (bersambung ke bagian 2)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: