Home / Seputar Madina / Tim Cek Covid-19 di Perbatasan Madina Tak Dikasih Makan

Tim Cek Covid-19 di Perbatasan Madina Tak Dikasih Makan

 

Anggota DPRD Sumut, H. Fakhrizal Efendi Nasution, SH (kanan berdiri) saat meninjau pos pemeriksaan Sihepeng, Sabtu.

SIABU (Mandailing Online) – Nasib petugas di Pos Pemeriksaan Covid-19 perbatasan Mandailing Natal menyedihkan.

Tidak ada biaya makan diterima mereka dari Pemkab Mandailing Natal (Madina).

Jika lapar mereka harus beli dan bayar sendiri.

Kondisi itu sangat kontras dengan risiko nyawa yang harus mereka tanggung sebagai garda terdepan mengawal kabupaten Madina dari sebaran virus Corona di perbatasan.

Itu diketahui saat Anggota DPRD Sumut, H. Fakhrizal Efendi Nasution, SH meninjau pos pemeriksaan Sihepeng, Sabtu (4/4/2020).

Posko itu berada di Desa Sihepeng Kecamatan Siabu, perbatasan Madina dengan Tapsel. Berfungsi sebagai pemeriksaan terhadap semua orang yang memasuki Madina dari arah Medan siang malam.

Tim bekerja 24 jam non stop. Tim jaga dibagi dalam 3 kelompok shift kerja.

Tim terdiri dari petugas medis, aparat polisi dan TNI dibantu petugas Dinas Perhubungan.

Saat Fakhrizal melakukan peninjauan siang hari itu tidak menemukan petugas dari Dinas Perhubungan. Hanya petugas medis, polisi dan TNI.

Tim medis di siang hari itu berasal dari Puskesmas Malintang.

Petugas polisi dan TNI melakukan penyetopan semua kenderaan yang memasuki Madina dan menggiringnya ke posko agar semua penumpang dicek suhu tubuh oleh tim medis.

Dan semua kenderaan yang distop disemprot disinfektan.

Petugas medis yang mayoritas wanita itu mengakui sejak posko itu didirikan Maret lalu mereka tak memperoleh biaya makan, puding, uang saku dan insentif.

“Hutang makan kami masih numpuk di warung makan itu. Belum mampu kami bayar,” ujar satu tenaga medis.

Fahrizal pun mencek besaran hutang makan di warung nasi yang berada di samping posko itu.

Total hutang yang tercatat sekitar 400 ribu rupiah. Dan Fahrizal pun melakukan penanggulangan terhadap hutang itu.

Selain biaya operasional yang menyedihkan, tim juga mengungkapkan bahwa posko itu juga kekurangan APD (alat pelindung diri) seperti masker dan pakaian. Juga alat tes suhu tubuh.

Fasilitas posko juga memprihatinkan. Tempat solat tak ada. Toilet pun mereka harus menumpang di kakus milik warung di dekat posko.

Peliput : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: