Home / Seputar Madina / Udara Sibanggor Terindikasi Tak Beres, Rakyat Harus Dilindungi

Udara Sibanggor Terindikasi Tak Beres, Rakyat Harus Dilindungi

Instlasi wellpad SMP-T02 PLTP Sorik Marapi Unit II ke pemukiman Sibanggor Julu, Kamis 11/2/2021. Foto : Dahlan Batubara

Catatan : Dahlan Batubara

Menurut saya, kondisi Sibanggor Julu kini sangat tidak beres.

Dibutuhkan kedatangan tim ahli indevenden pengukur zat hidrogen-sulfur di sana.

Pengundangan tim ahli itu sebisanya diinisiasi DPRD Mandailing Natal.

Jika DPRD Mandailing Natal enggan maka DPRD Sumatera Utara harus berinisiasi.

Alasan saya : di Sibanggor Julu banyak indikasi-indikasi keterancaman tubuh penduduk yang membutuhkan pengungkapan secara sistematis untuk memperoleh data ril dan akurat.

Investigasi yang kami lakukan tanggal 11 Pebruari 2021 menemukan indikasi udara di Sibanggor Julu tidak beres pasca tragedi keracunan di sekitar wellpad SMP-T02 PLTP Sorik Marapi Unit II tanggal 25 Januari 2021 menewaskan 5 warga Sibanggor Julu dan puluhan dilarikan ke rumah sakit.

Ada tiga indikasi : 1) peringatan dari dua personil security PT SMGP; 2) pengakuan warga Sibanggor Julu, 3) yang kami rasakan sendiri.

Indikasi 1
Ketika kami melakukan pemotretan wellpad sumur SMP-T02 PLTP Sorik Marapi Unit II di Sibanggor Julu, kami diperingatkan security agar jarak kami tak lebih 20 meter dari pagar wellpad.

Kami juga diingatkan security agar tak pergi ke hamparan sawah yang berada di sekitar wellpad.

Alasan security : agar kesehatan kami tak terancam karena potensi paparan zat H2S masih mungkin ada.

Indikasi 2
Sejumlah warga yang kami temui di banyak kedai kopi mengungkap hingga tanggl 11 Pebruari 2021 mereka masih merasakan badan kurang berenergi, kepala berat.

Indikasi 3
a) ketika kami (saya Mandailing Online dan Iskandar Hasibuan Malintang Pos) selesai melakukan di sekitaran wellpad itu kami merasakan tubuh terasa lemah, kepala berat.

b) ketika kami sudah berada di persimpangan jalan umum Sibanggor Julu – wellpad SMP-T02 PLTP Sorik Marapi Unit II, kami mencium bau. Aromanya mirip aroma telur busuk, seperti campuran aroma belerang dengan LNG.

Lokasi wellpad SMP-T02 PLTP Sorik Marapi Unit II hanya berjarak sekira 80 meter dari persimpangan jalan umum Sibanggor Julu.

Posisi wellpad SMP-T02 PLTP Sorik Marapi Unit II itu berada di sekitar garis perbatasan Desa Sibanggor Julu-Sibanggor Tonga.

Berada di bagian utara Sibanggor Julu. Dan sisi selatan Sibaggor Tonga.

Menurut hitungan berdasar pandangan mata, jarak titik wellpad SMP-T02 PLTP Sorik Marapi Unit II dengan rumah terdekat pemukiman Sibanggor Julu kurang lebih 150 meter.

Juga kurang lebih 150 meter dari pemukiman Sibanggor Tonga.

Faktor kemiringan hamparan tanah kawasan Sibanggor menjadikan posisi wellpad SMP-T02 PLTP Sorik Marapi Unit II itu relatif berada di bawah Sibanggor Julu. Dan relatif berada di atas Sibanggor Tonga.

Hembusan angin rata-rata bergerak dari arah utara ke selatan. Gerakan angin dari utara itu dimungkinkan karena celah besar yang membelah perbukitan hanya ada di jalan raya Sibanggor titik perbatasan Sibanggor Jae dan Sibanggor Tonga.

Gambaran ini mengahasilkan hipotesa bahwa angin bergerak dari Sibanggor Jae ke arah Sibanggor Tonga lalu ke arah Sibanggor Julu.

Berdasar itu kami memiliki gambaran bahwa zat H2S akan memapar dari wellpad SMP-T02 PLTP Sorik Marapi Unit II ke  pemukiman Sibanggor Julu meski volume tertingginya mengarah ke hamparan persawahan yang berada di sisi timur pemukiman Sibanggor Julu.

Target PLN vs Nasib Rakyat

Tak bisa dipungkiri bahwa PLTP Sorik Marapi suatu kebutuhan. Ketika negara membutuhkan energi untuk pembangkit listrik.

Direktur Bisnis PLN Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto dalam siaran pers Jumat (6/3/2020) yang dilansir Bisnis.com menyatakan dari total kapasitas daya mampu sebesar 3056 MW saat ini akan ada target penambahan daya di wilayah Sumatra Utara hingga tahun 2028 sebesar 6.229 MW  yang sebagian besar berasal dari sumber Energi Baru Terbarukan (EBT).

Target itu untuk menjawab tantangan dinamika  perkembangan industri dan investasi di Sumut.

Dari target itu, masih menurut Wiluyo Kusdwiharto, PLTP Sorik Marapi di Mandailing Natal diproyeksi menyumbang daya dari unit PLTP Sorik Merapi Unit 2 diproyeksi berkapasitas 45 MW, Unit 3 diproyeksi berkapasitas 50 MW, dan Unit 4 diproyeksi berkapasitas 50 MW.

Sedangkan Unit 1 sudah rampung dan beroperasi tahun 2019 yang kabarnya berkapasitas 45 MW.

Itulah unit yang berada di Desa Sibanggor Tonga.

Tetapi apapun itu, ekspansi PLTP Sorik Marapi sejatinya jangan mengabaikan rakyat Sibanggor.

Negara harus melindungi rakyatnya dari sisi kesehatan, ekonomi dan sosial.

Karena banyak kasus di Indonesia membuktikan rakyat selalu lemah ketika berhadapan dengan perusahaan kapitalis dan kekuatan  negara.

Oleh karena itu, DPRD Mandailing Natal harus berinisiasi melindungi rakyat Sibanggor.

Jangan biarkan rakyat Sibanggor ketakutan di tanah sendiri.***

Comments

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: