Home / Berita Sumut / Awas Joki CPNS

Awas Joki CPNS


*18.432 Pelamar Rebut 324 Kursi CPNS Medan

Informasi dihimpun Berita di lapangan, Selasa (14/12), sejumlah peserta seleksi CPNS tetap saja mengkhawatirkan terjadi kecurangan dalam rek-rutmen CPNS ini. ‘Pengamanan naskah ujian harus dilakukan secara ketat, jangan sampai bocor. Kemudian, harus juga diwaspadai keberadaan joki CPNS saat ujian berlangsung,’ ujar Irma, salah sorang calon peserta seleksi CPNS Pemko Medan.

Dijelaskannya, jika me-mang soal ujian sudah bocor, atau ada praktik perjokian dalam penerimaan CPNS ini, itu sama saja seleksi ini tak perlu dilakukan. ‘Itu tidak fair, jadi kita minta petugas mela-kukan pengamanan secara ketat,’ ujarnya

Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap, MM juga mewanti-wanti, agar pengamanan naskah ujian harus dila-kukan secara ketat. Jangan sampai bocor sebelum ujian penerimaan CPNS berlang-sung.

’Saya harapkan petugas keamanan menjalankan tugasnya dengan baik. Terutama dalam pengamanan dan pengawalan ketika menjemput soal ujian serta mengantar lembar jawaban nantinya ke Univer-sitas Sumatera Utara,’ kata Sekda Kota Medan Drs H M Fitrius SH MM ketika membacakan pidato Walikota saat Rapat Koordinasi Pelaksanaan Ujian Penerimaan CPNS Pemko Medan Tahun 2010 dari Pelamar Umum di Balaikota, kemarin.

Dijelaskan, lokasi ujian tersebar di SMP, SMU dan SMK se-Kota Medan. Oleh karenanya setiap lokasi ujian harus ada pengamanan, baik dari aparat kepolisian, kodim dan lain-lain. “Jangan sampai ada kelompok-kelompok tertentu yang mencoba menggagalkan penerimaan CPNS dan peluang bagi joki untuk memasuki ruangan ujian dengan maksud memberikan bantuan kepada peserta ujian dengan

iming-iming tertentu,” tegasnya.

Untuk itu Walikota minta kepada panitia untuk menjalin koordinasi dengan pihak keamanan dalam hal ini Poldasu, Polresta Medan, Kodim I/BS, Dishub Kota Medan dan Satpol PP Kota Medan. Hal itu dilakukan agar pelaksanaan ujian seleksi penerimaan CPNS Pemko Medan Tahun 2010 dari pelamar umum berjalan dengan baik, tertib dan lancar di semua lokasi ujian.

Walikota minta kepada seluruh panitia jangan sampai ada yang mencoba memberikan janji atau iming-iming untuk meluluskan peserta ujian dengan imbalan-imbalan tertentu. “Saya tegaskan ujian penerimaan CPNS Pemko Medan adalah murni. Yang bisa menentukan kelulusan adalah peserta yang menjawab soal ujian dengan baik dan benar,” ujarnya mengingatkan.

Kepala BKD Kota Medan Lahum SH melaporkan, formasi CPNSD Kota Medan Tahun 2010 dari pelamar umum adalah 324 orang. Perinciannya, tenaga pendidik/guru (56 orang), tenaga kesehatan (80 orang) dan tenaga teknis (188 orang).

Dijelaskan, pelaksanaan ujian digelar Rabu (15/12) dengan 48 lokasi ujian meliputi 33 SMA/SMK dan 15 SMP. Untuk peserta dari lulusasn D1, D2 dan D3 lokasi ujiannya di gedung SMP, sedangkan peserta lulusan S1 dan D2 lokasi ujiannya di gedung SMA/SMK. Dari 48 lokasi, menggunakan 920 ruangan dengan kapasitas 18.420 orang serta diawasi 1.838 orang pengawas yang terdiri dari guru-guru sekolah negeri.

Berdasarkan registrasi online, papar Lahum, jumlah pelamar adalah 24.396 orang. Namun bagi pelamar yang memenuhi syarat dan diberikan nomor ujian sekitar 18.432 orang dengan cara mencetak sendiri melalui website: pcpns.pemkomedan.go.id. Merekalah yang akan bertarung memperebutkan 324

formasi CPNS Pemko Medan. “Dari 18.432 orang itu, peserta yang telah mencetak nomor ujiannya sampai hari ini, Senin (13/12), baru sekitar 16.000 peserta,” ungkapnya.

Menurut Lahum, penjemputan atau pengambilan naskah soal ujian dan lembaran jawaban komputer (LKJ) dilakukan pada hari pelaksanaan ujian tiba yakni Rabu (15/12). Untuk itu diperlukan pengamanan dari petugas Poldasu, Polresta Medan, Satpol PP dan Dishub Kota Medan.

Dikatakan, pengumuman hasil ujian dilaksanakan pada 22 Desemner 2010 melalui media massa/koran terbitan Sumut dan website Pemko Medan. Bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi, harus mendaftarkan kembali ke BKD Kota Medan pada 23 sampai 29 Desember 2010 dengan melengkapi persyaratan yang telah ditentukan.

Lahum minta kepada seluruh peserta ujian untuk membawa KTP ketika ujian. Hal itu dilakukan untuk menyesuaikan apakah foto dalam KTP sesuai dengan foto yang ada pada nomor ujian. Karenanya, ia minta kepada para kepala sekolah tempat lokasi ujian berlangsung dan pengawas ujian mencocokkan foto di nomor ujian dengan KTP peserta ujian. (irh)
Sumber : Berita Sore

Comments

Komentar Anda

%d blogger menyukai ini: