Home / Seputar Madina / IMMAN Desak Pemkab Madina Aktifkan Kembali Beasiswa

IMMAN Desak Pemkab Madina Aktifkan Kembali Beasiswa

Ketua Umum DPP IMMAN, Hapsin Nasution.

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Desakan terus mengalir agar Pemkab Madina mengaktifkan kembali beasiswa miskin  berprestasi yang sempat dihentikan dalam beberapa tahun terakhir.

Kali ini desakan datang dari DPP Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMMAN).

Ketua Umum DPP IMMAN, Hapsin Nasution kepada Mandailing Online, Sabtu (14/9/2019) menyatakan Mandailing Natal (Madina) membutuhkan SDM yang cerdas memasuki era industri 4.0 yang serba kompleks.

Oleh karena itu, kesempatan pendidikan di perguruan tinggi harus lebih merata di kalangan generasi muda, terutama bagi yang memiliki potensi kecerdasan.

Masyarakat Madina ke depan dituntut mampu bersaing dalam kancah nasional bahkan secara global dalam menjawab tantangan zaman.

Tetapi, banyak mahasiswa yang cerdas terancam gagal melanjutkan study akibat ketidakmampuan orantua membiayanya. Dengan adanya beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga miskin akan mampu menjadi salah satu solusi penting.

Artikel terkait :

IPPNU Desak Pemkab Madina Aktifkan Kembali Beasiswa

KNPI Desak DPRD Madina Perjuangkan Beasiswa

Dia juga mendesak anggota DPRD Madina yang baru dilantik untuk berjuang meloloskan anggaran dana beasiswa itu di APBD Madina 2020.

Bahkan, Hapsin Nasution menyatakan pihaknya akan memberi dukungan penuh kepada DPRD Madina untuk memperjuangkan pengaktifan kembali beasiswa itu.

Berdasar catatan Mandailing Online, beasiswa miskin berprestasi dimuai sejak tahun 2013 yang ditampung di APBD Madina. Pagunya sekitar 1,4 Milyar Rupiah kepada sekitar 280 mahasiswa yang terseleksi.

Namun, mulai sirna sejak tahun 2016 lalu. Pihak Pemkab Madina tak pernah terdengar mempublis apa penyebab penghantian program itu.

 

Peliput : Dahlan Batubara

 

Comments

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: