Home / Seputar Madina / KEK Pantai Barat Batu Loncatan Ekonomi Madina

KEK Pantai Barat Batu Loncatan Ekonomi Madina

Irwan Daulay saat berada di Kawasan Ekonomi Khusus Zhenzhen, Cina.

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gagasan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pantai Barat Madina di Kecamatan Batahan dan sekitarnya oleh Bupati Madina Dahlan Nasution dianggap menjadi batu loncatan bagi bangkitnya industrialisasi di Madina.

Itu disampaikan Irwan Daulay, pengamat pembangun Madina, kepada wartawan, Jumat (2/8/2019).

Potensinya sangat besar oleh dukungan Raw Material (bahan baku) yang melimpah, baik berbahan sawit, karet, kopi, hortikultura, hasil laut dan pariwisata.

Begitu juga ketersediaan energy menjadikan kawasan ini akan sangat mungkin berkembang pesat melampaui KEK lainnya di Indonesia.

“Misalnya Sei Mangke yang sejak tahun 2013 yang lalu di-ground breaking sudah mendaptakan komitmen investasi lebih dari 10 triliun Rupiah,” imbuh Irwan yang sudah dua kali ke kawasan KEK Zhenzen, Cina.

Dari data resmi BPS, di tengah-tengah keterpurukan ekonomi bangsa, ternyata Madina secara gradual meningkat porsi industri manufaktur terhadap PDRB, sehingga mampu mempertahankan pertumbuhan di 6 % melampaui pertumbuhan nasional dan regional.

Tantangan yang akan dihadapi nantinya adalah seputar ketersediaan SDM yang bervisi industrial serta lemahnya inovasi oleh perusahaan swasta di sekitarnya dalam upaya menciptakan nilai tambah baru terhadap produknya.

Dan hal ini terus didorong oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah sehingga dalam waktu segera usulan KEK oleh dunia usaha dapat ditindak lanjuti dengan kelahiran Peraturan Pemerintah.

“Terkait SDM yang bervisi idustrial, Pemerintah Madina sudah mulai melakukannya dengan menggandeng beberapa perguruan tinggi yang akan dikolaborasi dalam satu kesatuan tekad membangun Madina dari sektor swasta oleh Public Private University Partnership (PPUP),” jelasnya.

Begitu juga dengan pemerintah daerah dalam tahapan gradual ikut berbenah dalam menyongsong visi industrial ini dengan masuk ke dunia usaha dengan skala penuh berdasar konsep reinventing local government.

“Hal ini membutuhkan perencanaan yang matang dan komprehensif serta membutuhkan dukungan seluruh pihak, terutama pemegang kebijakan dan para pengusaha yang sudah dan sedang berinvestasi di sana,” ujar Irwan.

Irwan Daulay yang saat ini sedang menggeluti dunia usaha, berharap KEK Madina 10 tahun ke depan akan mampu mengubah Madina dalam wajah dan perspektif berbeda, bahwa usaha-usaha keras dan konsisten ternyata mampu melahirkan sejarah besar.

 

Kawasa Ekonomi Khusus

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) adalah kawasan dengan batas tertentu yang tercangkup dalam daerah atau wilayah  untuk menyelenggarakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu.

KEK dikembangkan melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan geoekonomi dan geostrategi dan berfungsi untuk menampung kegiatan industri, ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing internasional.

Pada dasarnya KEK dibentuk untuk membuat lingkungan kondusif bagi akitivitas investasi, ekspor, dan perdagangan guna mendorong laju pertumbuhan ekonomi serta sebagai katalis reformasi ekonomi. Untuk ide ini diinspirasi dari keberhasilan beberapa negara yang lebih dulu mengadopsinya, seperti Cina dan India.

Zhenzhen merupakan daerah di Cina yang menjadi satu dari beberapa KEK di dunia yang berhasil memajukan suatu daerah.

Shenzhen yang semula dusun nelayan, saat ini merupakan daerah tujuan investasi bagi sejumlah perusahaan teknologi tinggi, antara lain Foxconn dan ZTE. Berkat Shenzhen, China kini juga menjadi investor global terbesar kelima di dunia.

Perubahan Zhenzhen dari status dusun nelayan menjadi kawasan industri yang pesat itu, menjadikan gambaran bahwa status daerah Pantai Barat Mandailing Natal terutama Batahan dan sekitarnya juga memiliki peluang yang tinggi menuju kawasan industri pesat.

Dengan laju pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 25,8%, Shenzhen menjadi kota utama di dunia dalam bidang industri, urbanisasi dan modernisasi. Seiring dengan kemajuuan Shenzhen, jumlah penduduknya juga melonjak pesat akibat pertumbuhan lapangan kerja.

Peliput : Dahlan Batubara

 

 

 

Comments

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: