Home / Seputar Madina / Polisi Fokus Kejar Aktor Intlektual Kerusuhan Mompang Julu

Polisi Fokus Kejar Aktor Intlektual Kerusuhan Mompang Julu

 

Kerusuhan 19 Juni di Mompang Julu. Foto : Antara

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah menangkap 20 tersangka kasus rusuh Mompang Julu, kini polisi fokus memburu aktor intlektualnya.

Aparat kepolisian terus melakukan pencarian terhadap tersangka termasuk aktor intelektual pada aksi demo Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berujung ricuh dan pembakaran dua unit mobil dan satu sepeda motor di Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara pada Senin (29/06).

“Masih ada sekitar lima orang lagi yang belum ketangkap. Mau kita tangkaplah itu,” ujar Kasat Reskrim, AKP Azwar Anas kepada wartawan, Rabu (08/07).

Azwar menyebut, lima orang tersangka yang dalam pencarian polisi tersebut mempunyai peran yang berbeda-beda mulai dari provokator, perekrut orang luar sampai yang ikut melempar dan melakukan pembakaran.

Hingga saat ini jumlah tersangka yang ditetapkan Polisi sebagai tersangka pada kerusuhan Mompang Julu sudah menjadi 20 orang.

Ke-20 orang tersangka  tersebut  masing-masing berinisial A alias Awal (25) mahasiswa, TA (22) mahasiswa/ibu rumah tangga, A alias Suchdi (37), MPN (25), MAH (20) mahasiswa, R Alias Amat (20), ERN (40), AS (20), AN (20), EM Alias Rizal (29), MAN alias Lobe (37).

Kemudian, AHL alias Hakim (53), MHL (18), AN (19) mahasiswa, KAN alias Aziz (18), MFH Alias Farhan (22) mahasiswa, M (25) mahasiswa, MAL Alias Ipin Alias Bandit (42) IA (16) pelajar, dan RN alias Amak (17) pelajar.

Azwar mengatakan, dari 18 orang tersangka tersebut diproses di Polda Sumatera Utara, sementara dua orang tersangka di bawah umur diproses di Polres Madina.

“Untuk tersangka anak di bawah umur pihak keluarga sudah mengajukan penangguhan penahanan,” ujar Azwar.

Sebelumnya, kerusuhan terjadi di Desa Mompang Julu pada Senin (29/6). Kerusuhan berawal dari aksi unjuk rasa warga menuntut pemberhentian kepala desa yang dinilai tidak transparan terkait pembagian bantuan langsung tunai (BLT) dan penggunaan dana desa memblokade jalan lintas Sumatera (Jalinsum).

Dalam aksi tersebut, massa melempari polisi dan membakar sepeda motor dan dua mobil, termasuk kendaraan dinas Wakapolres Madina. Enam polisi juga terluka akibat terkena lemparan.

Sumber : Antara
Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: