Selasa, 17 Feb 2026
light_mode

Rakorprov TPID, Sumut Distribusi Barang Diperketat

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2015
  • print Cetak

 

Pandan – inflasi Sumatera Utara (Sumut) pada bulan April 2015 tercatat 0,89% dan di atas capaian nasional yang hanya 0,36%. Hal ini pun membuat inflasi Sumut secara year on year (yoy) berada dikisaran 6,84%. Tidak ayal, hal ini pun dikhawatirkan bakal mengerek inflasi Sumut sehingga target inflasi 4-5% tahun 2015 bisa gagal. Karena itu, Tim Pengendalian inflasi Daerah (TPID) menegaskan akan memperketat jalur distribusi barang terutama bahan pangan. "Menjaga jalur distribusi barang terutama bahan pokok menjadi kunci mengendalikan inflasi. Kalau produksi memang tidak ada masalah. Justru selama ini, distribusi barang baik itu antarpulau, antarprovinsi hingga antarkota, sangat rentan untuk memicu inflasi karena sistem tata niaga terlalu panjang. Sehingga harga menjadi mahal karena banyak yang melakukan penambahan harga," kata Ketua Tim Ahli TPID Sumut, Difi A Johansyah, dalam Rakorprov TPID Sumut, dengan tema Optimalisasi Peran Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat dalam Mendukung Stabilitas Harga Melalui Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pembenahan Tata Niaga, di Hotel Pia Pandan, Tapanuli Tengah, Senin (18/5).

Turut hadir dalam Rakorpov tersebut Plh Sekda Pemprovsu yang juga Ketua TPID Sumut Sabrina, Asisten Deputi Bidang Moneter, Neraca Pembayaran dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi, Plt Bupati Tapanuli Tengah Sukran Jamilan Tanjung, Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumut Bismark SP Sitinjak Kepala Perwakilan BI Sibolga M Junaifin, Kepala BI Pematangsiantar Elly Tjan, kepala dinas SKPD Provsu, serta ketua TPID kabupaten/kota se-Sumut.

Difi menambahkan, jalur distribusi barang di Sumut memang masih cukup panjang. Dengan jalur tersebut, harga menjadi lebih mahal ketika sampai ke konsumen. Jadi dengan bisa memperketat jalur distribusi, otomatis inflasi akan terkendali. "Kesepakatan untuk menjaga jalur distribusi sangat penting. Meski inflasi juga disumbang oleh kenaikan BBM, elpiji 12 kg dan tarif dasar listrik (TDL), tapi harga bahan pokok selalu penyumbang utama. Karena kebutuhannya yang cukup tinggi hingga distribusinya harus dijaga supaya harga yang sampai ke konsumen tidak mahal," kata Difi yang juga Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut.

Untuk 2015 ini, kata Difi, tingginya realisasi inflasi Sumut dibandingkan provinsi lain disebabkan oleh meningkatnya tekanan harga pada komoditas volatile food yakni bawang merah, cabai merah, ikan-ikanan, daging dan beras. Selain itu, ada juga dampak dari tambahan anggaran infrastruktur yang berasal dari program pengalihan anggaran subsidi energi yang tentu memerlukan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

"Itu juga menjadi perhatian TPID maupun Pemprovsu dan kabupaten/kota dalam melakukan pengendalian inflasi. Kita tentu selalu berharap supaya tekanan inflasi pada kelompok volatile foods dan second pass through effect dari administered prices mampu diantisipasi dengan baik," ujar Difi.

Plh Sekda Pemprovsu selaku Ketua TPID Sumut Sabrina, mengatakan, jalur distribusi memang akan sangat membantu untuk mengendalikan inflasi. Memperketat jalur distribusi ini, kata Sabrina, sangat penting terutama menjelang Ramadhan dan Idulfitri."Namun selain menjaga jalur distribusi, momen Ramadhan dan Idulfitri yang kerap memicu inflasi, TPID juga harus melakukan rapat dengan mengundang distributor. Selain itu, mempersiapkan data stok dan kebutuhan bahan pokok, menganalisa sumber-sumber inflasi daerah, melakukan kunjungan ke sentra, gudang distributor dan pasar-pasar. TPID juga harus melakukan sosialisasi penyebarluasan informasi tentang stok pangan untuk mengatasi masyarakat agar tidak memborong kebutuhan pokok. Karena itu yang sering memicu inflasi," katanya.

Terkait kebijakan harga BBM yang mengikuti mekanisme pasar, menurut Sabrina, hal tersebut harus dikaji ulang. Sebab, kebijakan itu jadi pemicu kenaikan harga barang-barang. "Meski kebijakan pemerintah itu untuk menyehatkan anggaran, tapi tidak bisa menahan gejolak harga. Jadi untuk menjaga harga tidak labil, sebaiknya dilakukan secara periode, bisa per semester atau pun tahunan," pungkas Sabrina.

Sumber : medanbisnis

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aneh, Pemkab Madina Tidak Miliki Dokumen Forensik Kebakaran Pasar Baru 5 Tahun Lalu

    Aneh, Pemkab Madina Tidak Miliki Dokumen Forensik Kebakaran Pasar Baru 5 Tahun Lalu

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Aneh, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) ternyata tidak memiliki dokumen hasil Forensik Kepolisian terkait kebakaran yang melanda pusat pasar baru panyabungan yang terjadi 16 Juni 2018 lalu apakah pasar tersebut dibakar atau terbakar. Hal ini diakui Kepala Dinas Perdagangan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal Parlin Lubis saat dikonfirmasi Selasa 22/5) […]

  • Shahrukh Khan Ditemani Rani Mukherjee, Bipasha Basu dan Preity Zinta

    Shahrukh Khan Ditemani Rani Mukherjee, Bipasha Basu dan Preity Zinta

    • calendar_month Sabtu, 8 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – c bakal menggelar konsernya yang kedua di Indonesia. Bertempat di Sentul Internasional Convention Centre (SICC), Raja Bollywood ini akan tampil bersama Preity Zinta, Rani Mukherjee dan Bipasha Basu. Shahrukh Khan bersama teman-temannya pun menjanjikan sebuah konser yang akan memukau bagi semua mata yang melihatnya. “Sangat senang bisa berada di sini. Sangat senang […]

  • Lumban Pasir Berhasil di Bawang Merah

    Lumban Pasir Berhasil di Bawang Merah

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Desa Gunungtua Lumban Pasir Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal berhasil memproduksi bawang merah dengan bagus. Panen kali kedua di hamparan Saba Pasir, Kamis (16/1/2020) mampu memproduksi sekitar 2 ton bawang merah di lahan seluas 1/3 hektar. Dalam 1 Kg bibit mampu menghasilkan rata-rata 12 Kg bawang merah. Capaian itu meningkat […]

  • Tiga Calon Bupati Madina Beber Visi Misi Kepada PKB

    Tiga Calon Bupati Madina Beber Visi Misi Kepada PKB

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tiga bakal calon bupati menyampaikan visi misi, Kamis (11/6) yang diselenggarakan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Mandailing Natal (Madina) di aula Hotel Rindang, Panyabungan. Ketiga bakal calon bupati itu adalah Saparuddin Haji Lubis, Dahlan Hasan Nasution dan Ja’far Sukhairi Nasution. Penyampaian visi misi calon bupati ini sebagai satu dari rangkaian tahapan […]

  • Rahma Mengharapkan Bantuan Pemerintah

    Rahma Mengharapkan Bantuan Pemerintah

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kejam Ibu Kota Lebih Kejam Ibu Tiri PANYABUNGAN (Berita): Kejamnya ibu kota lebih kejam ibu tiri, ayah aku tak punya ibu pun tak punya siapapun aku tak punya hanya airmatalah yang selalu bercerita, kata pepatah dan lagu ini sangat tepat apa yang dialami Rahma boru Lubis (28) kelahiran Desa Tangga Bosi II Kecamatan Siabu Kabupaten […]

  • BEM STAIM dan PT.SMGP Kerjasama Bagi Pemahaman Tentang Geothermal

    BEM STAIM dan PT.SMGP Kerjasama Bagi Pemahaman Tentang Geothermal

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Fungsi gunung serta energi panas bumi banyak diungkapkan di dalam Al-Qur’an. Dan Allah SWT menyuruh manusia untuk menganalisa dengan ilmu pengetahuan agar dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik bagi kebutuhan umat manusia di muka bumi. Itu terungkap dalam Seminar Nasional Komitmen PT. Sorik Merapi Geothermal Power Dalam Meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat di […]

expand_less