Selasa, 17 Feb 2026
light_mode

Serial HUT Madina ke-16: Tiga SKPD Lalai Laporkan Nilai Aset 3 Milyar, Indikasi Korupsi?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2015
  • print Cetak

 

Kabupaten Mandailing Natal memasuki Hari Ulang Tahun ke-16 pada 9 Maret 2015, dan sejauh itu pula banyak ditemukan indikasi cacat atau penyimpangan di banyak SKPD.

Tetapi, pengajuan, persetujuan dan pelaksanan tahapan kegiatan berlanjut seakan tanpa kejutan. Bahkan RPJM Kabupaten, RPJM kecamatan dan RPJM Desa/Kelurahan sudah mencerminkan proyeksi pekerjaan hingga 2016.

Catatan dan data evaluatif boleh membuat banyak pihak tercengang. Database Mandailing Online menyimpan sejumlah indikasi cacat atau penyimpangan di banyak SKPD. Ada fenomena tindak pidana korupsi, salah satunya dalam hal pengelolan aset.

Sesuai data yang ada, terdapat sebanyak 3 SKPD yang lalai melaporkan nilai aset berjumlah masing-masing lebih dari Rp 1 milyar. Sehingga ketiga SKPD bongsor ini dan 15 SKPD lainnya belum melaporkan aset tetapnya sebesar Rp 3,83 milyar dari total nilai Rp 64,11 milyar.

Salah satu SKPD yang diduga adalah Dinas Perhubungan dan Informatika yang sebenarnya sudah mendapat Anggaran sebesar Rp 5,5 milyar tetapi baru melaporkan nilai asetnya sebesar Rp 4,32 milyar hingga 23 Mei 2014.

Karena hal-hal seperti itu, Bupati Madina mendapat teguran dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia untuk melakukan inventarisasi dan penilaian secara menyeluruh, menatausahakan dan mengamankan aset daerah sesuai ketentuan.

Oleh karen itu, atas rekomendasi dari pihak berwenang, Bupati Madina memerintahkan Pengguna atau Kuasa Pengguna Anggaran Barang di masing-masing SKPD untuk melakukan pencatatan dan inventarisasi barang milik daaerah dan rekonsiliasi dengan Bidang Aset dan Kepala Bidang Akuntansi di Dinas pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.

Sebagaimana terungkap dari sumber yang sama, rekomendasi itu sudah berlanjut jadi instruksi Bupati Madina untuk, salah satunya, agar seluruh SKPD menyelesaikan daftar pengadaan barang, buku inventaris dan usul penetapan status aset tetap.

Ternyata, masih terdapat sebanyak 18 dari 48 SKPD yang belum menuntaskannya hingga 12 April 2013. Karena itu, total nilai aset tetapnya hanya Rp 1,862 trilyun. Jumlah ini memiliki perbedaan secara absolut dengan saldo neraca senilai Rp 2,005 trilyun.

Tentu saja, pengelolan aset yang sangat mengkhawatirkan karena memungkinkan raibnya aset tetap Madina senilai Rp 142,81 milyar itu terkoreksi pada awal 2013 lalu. Teramat menarik menindaklanjutinya dan meminta gambaran progresnya di Maret 2015 ini kepada Kepala DPKAD, H. Somad Lubis, SE.

Peliput : Ludfan Nasution

Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pandemi dan Momentum Kebangkitan Herbal Indonesia

    Pandemi dan Momentum Kebangkitan Herbal Indonesia

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Rio Ardi Mahasiswa Magister Kehutanan Universitas Sumatera Utara   Sudah lebih dua bulan sejak pemerintah Indonesia menyatakan Indonesia darurat corona. Dampaknya langsung terasa. Berbagai perlengkapan medis seperti masker kesehatan, hand sanitizer langka di pasaran. Masker Kesehatan, jika ditemukanpun harganya melonjak menjadi tiga kali lipat dibanding harga normal. Hand sanitizer juga demikian mendadak hilang […]

  • Satahi Mampu Produksi 260 Kg Bubuk Kopi Mandailing Per Minggu

    Satahi Mampu Produksi 260 Kg Bubuk Kopi Mandailing Per Minggu

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Kelompok Tani Satahi I yang berlokasi di Desa Simpak Simpang Banyak Julu Kecamatan Ulu Pungkut sudah mampu memproduksi bubuk kopi Mandailing sebanyak 260 Kg per minggu. Demikian diungkapkan pengelola kilang bubuk kopi itu saat ditinjau Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution baru-baru ini. Bubuk kopi yang diproduksi kelompok ini berbahan baku […]

  • PNPM-MP Di Madina Berjalan Lancar

    PNPM-MP Di Madina Berjalan Lancar

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA : Program PNPM-MP merupakan salah satu program pemerintah secara nasional di nilai cukup berhasil dan sangat menyentuh terhadap kepentingan masyarakat. Hal ini juga yang dijumpai di Kabupaten Mandailing Natal khususnya Kecamatan Panyabungan Timur, ketika Berita melakukan perjalanan ke daerah tersebut baru-baru ini dan melihat secara langsung lokasi proyek pembangunan di 3 Desa masing-masing Desa […]

  • Bangun Jalan, Tapsel & Psp Dijatah Rp65 M

    Bangun Jalan, Tapsel & Psp Dijatah Rp65 M

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 1Komentar

    SIDIMPUAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mengalokasikan dana sebesar Rp1,1 triliun untuk pembangunan sarana jalan di seluruh Sumut. Untuk Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kota Padangsidimpuan mendapat jatah Rp65,57 miliar. “Dana APBD 2014 PU dialokasi Rp1,1 triliun khusus untuk pembangunan infrastruktur jalan. Di antaranya Rp65,57 miliar untuk Tapsel dan Psp,” kata Gubernur Sumatera Utara Gatot […]

  • PANEN PADI DI MANDAILING JULU

    PANEN PADI DI MANDAILING JULU

    • calendar_month Kamis, 19 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sejumlah petani di kawasan Mandailing Julu, Kabupaten Mandailing Natal. Sumut memanen padi yang sudah menguning, pertengahan April 2018. Mandailing Julu merupakan kawasan yang subur sehingga produksi padi reatif bagus. Foto : Kotanopan Madina

  • LBH: Dahlan berbohong

    LBH: Dahlan berbohong

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2014
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    MEDAN – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan menilai, Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan dan PT PLN Wilayah 1 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) telah melakukan pembohongan publik terkait penyataan keduanya yang berjanji mengakhiri pemadaman listrik bergilir di Sumut. Hal itu yang membuat LBH Medan melayangkan somasi kepada kedua instansi tersebut.”Kita mencatat ada dua kali pernyataan yang […]

expand_less