Home / Berita Nasional / 17 % anggota DPR tak pernah bicara

17 % anggota DPR tak pernah bicara


SEMARANG –
Masih banyak anggota DPR RI yang belum pernah berkomentar bahkan tidak pernah menyampaikan gagasan dan ide yang sebenarnya menjadi salah satu tugas para wakil rakyat itu sejak dilantik pada 2009.

“Jumlahnya sekitar 17 persen anggota DPR tak pernah bicara,” kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Pramono Anung di Semarang, siang ini.

Padahal, menurut Pram, demikian dia biasa dipanggil, politik adalah berbicara. Bahkan, kata dia, sejago apapun politisi tidak akan punya arti apapun jika tidak bisa bicara di depan media.

Politisi PDI Perjuangan ini juga melihat ada beberapa anggota dewan yang sebelum dilantik sangat dekat dengan media massa.

Tapi, kata Pram, saat ini mereka juga tak pernah bicara menyampaikan gagasan dan ide untuk kepentingan publik maupun menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

Dalam kelompok ini, Pram menyebut biasanya adalah para artis sinetron. Sebelum mereka jadi anggota DPR, mereka sangat dekat dengan media.

Tetapi begitu jadi anggota dewan, ternyata mereka tidak pernah berbicara.

Pram memberi contoh sejumlah anggota dewan itu antara lain Primus Yustisio, Eko Patrio, Vena Melinda, dan lain-lain.

Pram mengakui para artis itu memang pernah bicara di depan media. Tapi, kata dia, bahan pembicaraannya kadang tak terkait dengan masalah publik. Misalnya berbicara tentang berapa harga sepatu atau harga tas.

Meski ada anggota DPR yang tak pernah bicara, tapi Pram menyebut ada beberapa anggota DPR yang tiap hari selalu berbicara.

Anggota DPR tersebut selalu menempatkan diri pada posisi yang tepat jika dihadapan media.

Pram mencontohkan anggota DPR yang selalu bicara di media adalah Ruhut Sitompul, anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat.

Saat ini, kata Pram, politisi memang suka retorika, sedangkan media sudah mengarah pada hyper-realitas. Akibatnya, yang tampil di televisi hanya orang yang itu-itu saja. Pram menyebut para anggota yang kerap tampil itu misalnya Bambang Soesatyo, Akbar Faisal, Sutan Batugana dan lain-lain.

Pram menyatakan di era konvergensi saat ini, media menempati posisi yang strategis. Sebab, apapun perkataan orang tidak akan ada artinya jika tidak diekspos media. “Kalau tidak bisa gunakan media ya jangan jadi politisi,” katanya.
Sumber : waspadaonline

Comments

Komentar Anda

%d blogger menyukai ini: