Kamis, 12 Mar 2026
light_mode

Tumpang Sari Kakao-Kelapa Di Panyabungan Barat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 10 Jan 2013
  • print Cetak

Tumpang Sari 100113PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tumpangsari antara pohon kelapa dengan pokok kakao terbukti cukup bagus dalam budidaya kakao, sehingga tanaman pelindung kakao tidak melulu tanaman jenis Gamal.

Petani di beberapa desa Kecamatan Panyabungan Barat, Mandailing Natal (Madina) sudah lama melakukan tumpang sari antara pohon kelapa dengan tanaman kakao milik mereka, dan cukup berhasil.

Selain hasil panen kakao, petani juga mendapatkan hasil dari kelapa. Dus, perlindungan kakao oleh kelapa juga ternyata sangat bagus bagi pertumbuhan tanaman kakao.

Terobosan pola tumpang sari tersebut, menurut pengakuan petani, tidak berlatar perencanaan, melainkan terkonvensi sendiri, karena pohon-pohon kelapa sudah lama tumbuh di kebun-kebun petani.

“Kami hanya menanam kakao di antara tanaman kelapa,” ungkap Tunggal Haposan, petani di Kecamatan Panyabungan Barat, Kamis (10/1).

Tanaman kelapa itu sendiri, ungkap Haposan, sudah berpuluh tahun tumbuh yang ditanaman oleh keluarga turun temurun. Dan dalam beberapa tahun terakhir ini dimana tanaman kakao mulai populer di Madina membuat banyak petani menanam kakao di kebun-kebun kelapa.

“Bertanam kelapa sebetulnya sudah dari orang-orang tua kita dahulu. Bahkan buah kelapa dari kecamatan ini cukup terkenal. Populernya dengan sebutan kelapa Banggua karena ukurannya yang cukup besar,” jelasnya.

Munculnya tanaman kakao, menurutnya, membawa berkah tersendiri kepada petani. Sebab, petani dapat menanam kakao tanpa harus memusnahkan pokok kelapa. Selama ini, tanah diantara pokok kelapa selalu ditumbuhi rumput.

Hal senada juga disampaikan Rahmat, petani kakao lainnya. Sebelum mengenal tanaman kakao, dia hanya bisa meraup hasil dari penjualan kelapa miliknya. Tetapi, saat ini dia memperoleh juga dari penjualan kakao.

“Alhamdulilah saat ini lahan yang selama ini mubajir sudah bisa kita manfaatkan untuk tambahan penghasilan keluarga dari tanaman kakao. Dan hamanya pun mudah-mudahan sampai saat ini masih minim, belum berpengaruh terhadap hasil penen kita,” katanya.

Sementara itu, Kasi Usaha Tani Dinas Kahutanan Perkebunan Madina, Ahmad Yasir Lubis SP menjawab wartawan, Kamis (10/1) mengatakan tumpang sari antara pohon kelapa dengan kakao terbukti cukup bagus untuk hasil produksi keduanya.

“Tumpang sari dua tanaman ini sangat bagus. Sebab, petani kita lihat bertambah rajin melakukan pembersihan lahan diantaranya dengan membuat pengasapan. Hal ini sama bermanfaat baik itu untuk kakao maupun pokok kelapa. Dan inilah yang kita anjurkan kepada masyarakat agar tidak menebangi pohon kelapa mereka,” katanya. (mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penghianat Diberi Hormat, Layakkah?

    Penghianat Diberi Hormat, Layakkah?

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Penghianat! Munafik! Laknatullah alaihi! Itulah kata-kata yang layak disematkan kepada sosok Mustafa Kemal Attaturk. Namanya baru-baru ini menjadi viral karena rencana pemerintah menjadikan nama tersebut sebagai salah satu nama jalan di DKI. Alasannya, sebagai simbol kerjasama bilateral yang baik dan rasa hormat terhadap negara Turki. Sayangnya, rencana […]

  • Komnas HAM: Polisi intimidasi wartawan di Bima

    Komnas HAM: Polisi intimidasi wartawan di Bima

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sejumlah wartawan di Bima, Nusa Tenggara Barat, mengalami intimidasi dari oknum kepolisian. Ketua Komnas HAM Ifdal Kasim mengatakan, intimidasi itu terkait video yang dipunyai oleh Komnas HAM mengenai kasus kekerasan yang dilakukan kepolisian saat membubarkan paksa pengunjuk rasa di Pelabuhan Sape, Bima, pada 24 Desember 2011. “Situasi yang berkembang sekarang menimpa rekan-rekan wartawan. […]

  • Nasib Syariat Islam Di “Negeri” Serambi Mekah

    Nasib Syariat Islam Di “Negeri” Serambi Mekah

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kilas balik sembilan tahun lalu, gegap gempita masyarakat di Aceh menyambut “kado” istimewa yang diberikan Pemerintah Pusat kepada provinsi itu. “Kado” itu adalah Syariat (hukum) Islam, dan diberikan pada 1 Muharram 1423 Hijriyah atau bertepatan dengan 14 Maret 2002. Gegap gempita itu diawali dengan gelar pawai saat Aceh dipimpin Abdullah Puteh sebagai gubernur. Kini, “kado” […]

  • Atika Larang Wartawan Meliput Pertemuan Wabup dan Mahasiswa

    Atika Larang Wartawan Meliput Pertemuan Wabup dan Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 18 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)- Puluhan mahasiswa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Mandailing Natal (Madina) sejak pagi melakukan aksi demontrasi untuk mempertanyakan program pengentasan Stunting di Kabupaten Madina, Rabu (18/10/2023). Puluhan mahasiswa ini pun menuntut untuk bertemu dengan Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penanganan Stunting di Madina. Walaupun akhirnya […]

  • Kepribadian Anak Tergantung Sistem yang Diterapkan

    Kepribadian Anak Tergantung Sistem yang Diterapkan

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hadi Kartini Kisah Malin Kundang kembali terjadi. Seorang remaja  yang berinisial MAS 14 tahun tega menikam ayah, ibu, dan neneknya. Dikabarkan, ayah dan neneknya meninggal dunia, sedangkan ibunya mengalami luka tusuk dan telah mendapatkan perawatan medis. Peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu (30-11-24), di Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan. Setelah melakukan penyelidikan, Pelaksana Harian […]

  • Bupati Madina: Jadikan Al-Qur’an Panutan Hidup

    Bupati Madina: Jadikan Al-Qur’an Panutan Hidup

    • calendar_month Jumat, 1 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        KOTANOPAN (Mandailing Online) – Pandemi covid-19 tidak saja persoalan kesehatan, tetapi juga berdampak pada mobilitas ekonomi rakyat. Musibah covid-19 tak hanya melanda dunia, juga mempengaruhi Mandailing Natal (Madina). Itu dikatakan Bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution usai solat Jum’at bersama di masjid Al-Hidayah Desa Singengu, Kecamatan Kotanopan, Jum’at (1/10/2021). Oleh karena itu, bupati mengajak […]

expand_less