Selasa, 27 Okt 2026
light_mode

Mengenal Bahasa Mandailing (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 17 Nov 2016
  • print Cetak

Oleh: Basyral Hamidi Harahap (in memoriam)

Almarhum Basyral Hamidi Harahap

Almarhum Basyral Hamidi Harahap

LANGGAM BICARA

Langgam bicara orang Mandailing disebut pantis, irama dan intonasinya disebut landung, lemah lembut dan berirama yang diucapkan dengan nada yang rendah. Cara bertutur seperti ini merupakan pengaruh lingkungan Mandailing yang subur. Banyak pohon dan kurang berangin.

Sehingga dengan suara yang bernada rendah sudah cukup untuk berbicara atau bahkan untuk memanggil orang di kejauhan. Orang juga menyebut langgam bicara orang Mandailing  lambok mangalangoi, lemah lembut namun melagu.

Langgam bicara orang Mandailing juga disebut bergaya diplomatis. Mereka sangat perasa dengan timbang rasa yang kuat, sehingga seringkali mereka tidak mengucapkan kata tidak. Sebagai gantinya mereka mengucapkan kata-kata lain yang bermakna  tidak dengan nada khas ditambah dengan bahasa tubuh.

Langgam bicara orang Barumun, Sosa, Sosopan adalah campuran langgam bicara orang Angkola dan Mandailing. Lingkungannya pun mirip dengan kedua wilayah itu. Orang Mandailing sejak berabad-abad sudah berdiam di wilayah  Barumun, Sosa, dan Sosopan.

Uraian singkat di atas hanya informasi tentang variasi langgam bicara orang Mandailing. Variasi langgam bicara ini sangat terasa apabila kerabat dari berbagai daerah itu hadir dan berbicara dalam forum adat siriaon maupun siluluton.

Selain bahasa percakapan sehari-hari, bahasa daerah Mandailing juga memiliki kata-kata yang hanya dipakai dalam peristiwa dan saat-saat tertentu. Misalnya ada yang disebut bahasa parkapur, yaitu bahasa yang dipakai oleh pawang kapur dalam mencari pohon-pohon kayu kapur besar yang berisi kapur.

Bahasa ini juga dipakai oleh pencari hasil hutan yang memiliki banyak kata tabu di hutan-hutan belantara. Kata kamper atau kamfer atau camphor berasal dari kata kapur itu.

Ada pula bahasa partondung, bahasa tabas dan bahasa andung. Bahasa partondung atau bahasa sibaso dipakai oleh datu untuk melakukan suatu pekerjaan. Bahasa tabas atau bahasa datu dipakai oleh datu berupa mantra-mantra yang dibacanya ketika mengobati orang sakit.

Selain itu ada lagi bahasa bura atau bahasa jampolak yaitu bahasa kasar yang terucap ketika sedang marah atau mengejek. Bahasa puraga yaitu bahasa sehari-hari atau bahasa hasomalon.

Bahasa adat yang dipakai dalam forum-forum adat adalah bahasa sastra yang sarat berisi kata-kata kunci  nilai-nilai budaya. Bahasa aling-alingan yaitu bahasa yang penuh basa-basi, tamsilan atau sindiran, misalnya tamu yang sedang kehausan atau ingin agar minumannya ditambah oleh tuan atau nyonya rumah, maka tamu tersebut mengatakan bahwa udara sangat panas, dan lain-lain.

Bahasa turi-turian yang dipakai oleh penutur kisah-kisah sastra lama yang menggunakan segala gaya bahasa yang ada sesuai dengan jalan ceritanya.  Bahasa turi-turian dapat dipadankan dengan bahasa Dalang dalam pewayangan Jawa dan Sunda.

Bahasa marhata balik semacam bahasa prokem yang membalik, mengubah letak huruf dalam setiap kata, misalnya poso-poso menjadi osop-osop, bayo menjadi oyab, dan lain-lain. Bahasa ini dipakai oleh kelompok tertentu, misalnya remaja.

Penulis pernah mendengar bahasa ini diucapkan secara fasih oleh inang-inang yang berasal dari Tapanuli Selatan yang sedang berdagang di atas kapal dalam pelayaran dari Belawan ke Tanjung Priok.

Mereka naik di Tanjung Pinang dalam rangka perjalanan mereka berdagang Singapura-Jakarta. Secara leluasa mereka  bercakap-cakap dalam bahasa ini  di depan petugas  pabaen yang tidak memahami bahasa sandi itu.

Bahasa andung, merupakan bahasa yang diucapkan dalam suasana perpisahan, misalnya andung seorang gadis sesudah akad nikah ketika hendak meninggalkan orangtuanya menuju rumah suaminya.

Atau andung mencurahkan perasaan duka ketika orangtua atau kerabat meninggal dunia. Bahasa andung sudah jarang diucapkan orang, khususnya andung menangisi orang yang meninggal. Ini merupakan pengaruh ajaran islam yang melarang meratapi orang yang meninggal. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU Tetapkan Nomor Urut Pasangan Calon Walikota P. Sidimpuan

    KPU Tetapkan Nomor Urut Pasangan Calon Walikota P. Sidimpuan

    • calendar_month Selasa, 7 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan,(MO)- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padangsidimpuan menetapkan nomor urut enam pasangan calon walikota dan wakil walikota dalam rapat pleno terbuka yang digelar di aula Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) II, Jalan Sutan Soripada Mulia Kota P. Sidimpuan, Senin (6/8). Rapat pleno yang dipimpin Ketua KPUD P. Sidimpuan Arbanurrasyid Simbolon dengan anggota Mohot Lubis, Ahmad Efendi […]

  • Ketua Umum LIMMA Padang Dilantik

    Ketua Umum LIMMA Padang Dilantik

    • calendar_month Rabu, 13 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANG (Mandailing Online) – Rizky Ardiansyah Hasibuan resmi menjadi ketua umum Liga Mahasiswa Mandailing Natal (LIMMA) Padang, Sumatera Barat. Pelantikannya berlangusung pada Munggu (10/4) lalu di Hotel My Hall, Padang. Organisasi mahasiswa asal Mandailing Natal ini bertekad  meningkatkan motivasi bagi para mahasiswa dalam menimba ilmu serta melahirkan tokoh-tokoh muda baru sebagai agen pembaharu dan menjadi […]

  • Madina Pertajam Program Kesehatan

    Madina Pertajam Program Kesehatan

    • calendar_month Kamis, 6 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Kabupten Mandailing Natal (Madina) terus berpacu mejamakan program sektor kesehatan dalam upaya perwujudan visi dan misi pembangunan bidang kesehatan dan juga peningkatan derajat kesehatan. Upaya ini juga sebagai upaya meraih nominasi Milennium Develoment Goals (MDGs) Tahun 2015. “Upaya yang dilakukan meliputi penajaman dan evaluasi program Dinas Kesehatan, pembinaan petugas di Dinas Kesehatan, […]

  • 79 Pejabat Pemkab Madina Dimutasi

    79 Pejabat Pemkab Madina Dimutasi

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 79 pejabat eselon III.a, III.b, IV.a dan IV.b di Pemkab Mandailing Natal (Madina) dilantik, Jum,at (14/8) dalam kegiatan mutasi menjelang Pilkada 2015. Pelantikan dilakukan oleh Plh.Sekda Madina, Syafei Lubis di aula perkantoran bupati berdasar Surat Keputusan Bupati Madina Nomor 821.2/505/K/2015 tanggal 14 Agustus 2015. Beberapa yang dilantik adalah, Drs. Awaluddin,MM […]

  • KPK Tahan Mantan Dirut PLN

    KPK Tahan Mantan Dirut PLN

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengambil langkah tegas terkait pengembangan penyidikan kasus korupsi dalam pengadaan Roll Out Costumer Information System- Rencana Induk Sistem Informasi (CIS-RISI) pada PT PLN (Persero) distribusi Jakarta Raya dan Tangerang. Setelah lebih dari setahun menetapkan Mantan Dirut PT PLN Eddie Widiono sebagai tersangka, lembaga antikorupsi tersebut melakukan penahanan terhadap yang […]

  • Pelaku Pembacok Siswa SD di Tambangan Ternyata Dalam Pantauan Puskesmas

    Pelaku Pembacok Siswa SD di Tambangan Ternyata Dalam Pantauan Puskesmas

    • calendar_month Senin, 24 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) Terkait  pelaku yang bacok pelajar SD di Desa Tambangan Pasoman, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal pada Minggu 23/7/2023 kemaren, pihak Puskesmas Tambangan mengaku pelaku adalah salah satu dalam pantauan Puskesmas karena masuk kategori Orang Dalam Gangguan Jiwa ( ODGJ ) Kepala Puskesmas Tambangan, dr.Sofyan mengatakan, ada 3 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) […]

expand_less