Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Artikel » MENDIDIK ANAK BERPUASA

MENDIDIK ANAK BERPUASA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 23 Apr 2021
  • visibility 1
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Nurlela Sari
Aktivis dan ibu rumah tangga, tinggal di Madina

Pada saat ini kita sedang berada dalam sebuah bulan yang begitu mulia. Seperti yang diketahui, bulan Ramadhan disebut juga dengan  syahrul mubarak (bulan penuh berkah) dan sebagai syahrut tarbiyah (bulan pendidikan) karena mendidik umat untuk selalu mensyukuri nikmat, menumbuhkan sifat sosial juga melakukan pembinaan diri agar dapat mengendalikan marah, nafsu dan syahwat.

Mendidik Anak-anak Agar Suka Berpuasa

Kecintaan berpuasa harus ditanamkan sedini mungkin kepada anak sehingga pada akhirnya mereka menjadi orang yang pandai bersyukur dan bersabar.

Dalam hal ini ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk anak kita, yakni:

Pertama, dengan teladan. Teladan maksudnya adalah metode pendidikan yang paling utama kita terapkan kepada anak agar anak suka puasa, maka orang tua dan anggota keluarga yang lain harus melaksanakan puasa, karena sudah menjadi sifat alamiah kalau anak adalah peniru ulung. Akan lazim ditemui anak melakukan hal yang sama seperti orang terdekatnya, dalam hal ini orang tua.

Kedua, pembiasaan. Anak perlu dibiasakan bangun pada waktu sahur dan makan ketika sudah berbuka.

Ketiga, nasihat. Anak perlu diajak komunikasi tentang puasa dan ramadhan. Baik dia tentang hikmah, keistimewaan, pahala dan hal-hal lain yang berkaitan dengan puasa meskipun mungkin belum paham apa maksud dari yang kita katakan.

Keempat, perhatian. Orangtua harus memberikan perhatian penuh kepada anak, contohnya dengan menyajikan makanan yang disukai ketika berbuka puasa, memberikan hadiah bila anak melaksanakan puasa karena kebiasaan anak anak sangat suka dihujani dengan hadiah, maka dengan ini bisa dipastikan puasa ramadhan akan menjadi momentum yang amat ditunggu-tunggu oleh anak.

Dan yang kelima, hukuman. Bila memang kita ingin anak suka melaksanakan puasa tetapi anak masih meninggalkan maka orang tua dapat memberi hukuman. Namun ingat, hukumannya tidak dengan kekerasan fisik, akan tetapi dengan hukuman yang bermanfaat/ mendidik, contohnya: menghafal ayat ayat pendek, tidak diberi uang jajan dan lain lain.

Itulah cara yang bisa dilakukan kepada anak agar terbiasa melaksanakan puasa walau belum sepenuhnya terlaksana tapi insyaallah pasti akan lebih mudah dengan izin sang pencipta.***

Comments

Komentar Anda

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less